Sport

Pithecantropus Octoblues

Oktober. Barusan aku putuskan untuk menyeduh jamu kuat. Jamu yang disimpan dalam lemari ukuran sedang. Sebagai pengganti medis yang kimiawi. Sebagai bukti cinta dalam negeri. Jamu kuat dianiaya cap nyonya minul. Ampuh mengatasi ketidakmampuan cinta yang cuma bermodal dengkul.

Oktober. Bulan sepuluh sebelum sebelas dan setelah sembilan. Menanak nasi pada sewaktu siang. Menghidangkan makanan untuk kasih yang kelaparan. Rindu saja tak akan cukup mengenyangkan. Melintas kenangan yang dijejer rapi. Memori denganmu mewarnai dunia lewat perbuatan mesum.

Oktober. Baik-baiklah kepada kami. Kami yang benjol dihantam hujan pikiran sedari September. Menjahit mimpi, memintal harapan. Hidup terasa miring sebelah ketika tidur salah bantal. Baik-baiklah kepada kami. Kami yang berdo’a agar Oktober ditutup dengan mesra.

Iklan

Pithecantropus Burungius

Di bawah rimbunnya pohon pete tua, yang masih rajin berbuah, di halaman SD, melihat teman sedang memainkan burungnya. Dia memainkannya dengan seksama. Lalu dimandikan setelah puas fokus pada kegiatannya. Burungnya yang bagus menurutku. Walau ukurannya tak besar namun cukup menarik perhatian jika bulunya terlihat rapi. 

Burung temanku memang lucu. Lebih lucu dari humor kamu tentang perbedaan warna kulit yang rasis. Burungnya menggemaskan. Begitu pasti katamu jika jadi suka saat melihatnya. Serasa ingin kamu genggam dan elus dengan lembut. Dan aku pun ikut mainin burung juga. Berbarengan dengannya. Berduet tapi dengan gaya yang berbeda.

Oh burung… Kamu tak mungkin lepas. Kamu terikat kontrak dengan kami para lelaki yang suka memainkanmu. Eh juga perempuan yang mungkin turut menikmatimu. Disuatu hari, dibawah rimbun pepohonan, dalam kontes burung berkicau di perkampungan.

Pithecantropus Septikus

September

Barusan aku selesai makan Getuk dan enak. Kiriman langsung dari tetangga yang baik. Makanan sederhana, cita rasa tradisi nan kaya. Seketika aku lupa kau sudah singgah dipelukan siapa.

September

Kiri-Kanan kulihat saja banyak Janur Kuning melambai. Mereka serempak, seperti sudah janjian. Hari menjadi panas berkat kekuatan doa si pawang hujan. Hati menjadi panas ketika dapat undangan dari mantan.

September

Langit bertambah cantik ketika malam. Dihiasi triliyunan bintang kecil dan purnama yang benderang. Indah namun mencemaskan. Kadang aku takut si Anang jadi Serigala jadi-jadian. Atau kamu tiba-tiba datang di mimpiku dengan membawa sebilah parang. Atau Ibuku yang ikutan audisi Dangdut Pantura. Hm, menyeramkan.

September

Anginnya klasik. Cuacanya fantastik. Semua dibungkus rapi oleh rindu yang tiba-tiba tumpang tindih.

Pithecantropus Desemberous

Desember
Aku rindu pada tempat yang belum pernah kudatangi. Banyak kisah yang belum terjerat kasih. Banyak kasih yang suka dibuat kisah. Kisah kasih di selokan.

Desember
Kuharap kau tidak tahu apa yang aku tidak mau tahu. Kataku mungkin akan menjadi baku. Kataku mungkin ada di kolam bernyanyi saat hujan. Kuharap kau tidak salah dengar kataku jadi keteku.

Desember
Angin datang dari puncak Gunung Karang. Hempas gelisah, rampas pasrah, seketika semua menjadi benderang. Aku yang rindu pada tempat yang belum kudatangi, semoga tidak menjadi korban drama Turki.

Desember
Dimana kamu berada. Diamlah disitu. Atau disana. Terserah kamu maunya gimana. Kita hanya perlu cinta, sayang, dan rindu secukupmya.

Pithecantropus Expelore

Ku lari ke hutan, ku datangi saung, kemudian tidur. Ku lari ke pantai, itu gazebo, aku tidur. Ku lari ke mall, ada mushola, aku sholat. Karena memang waktunya.

Aku bisa tidur dimana saja. Asal ngantuk dan matanya tertutup.

Ketika kau membahas cinta dan rindu via udara, aku ketiduran. Jangan marah. Suruh siapa kau membungkusnya dengan nyaman. Rasanya seperti kau menikamku dengan kecup hangat di dahi, lalu membenarkan letak selimutku, dan mengucap selamat malam.

Namun selama ini aku belum bisa tidur cantik karena bukan perempuan.

Aku bisa tidur malam atau siang. Sore, tergantung kemauan. Oke, demi cinta kasih dan seluruh jajaran personil ranjang, aku ucapkan semoga tidurmu tentram.

Pithecantropus Ramadhanix

Kamu adalah bulan yang paling cantik dibanding bulan yang lain. Kamu bercahaya lebih terang dari orang yang datang bulan. Kamu lebih tenang dari yang kelimpungan karena akhir bulan. Bulan seribu bulan. Bulan sejuta keberkahan. Bulan semilyar keagungan.

Bulan Ramadhan. Bulan yang tidak tertera di kalender ataupun ramalan zodiak. Bulan kami yang islami sewaktu pagi hingga petang menahan nafsu ataupun makan. Minum juga. Menahan nafas kalo kau mau.

Ramadhan yang agung. Kau adalah detergen peluntur dosa. Kami adalah cucian yang bertumpuk di keranjang. Sucikanlah kami hingga hari yang fitri.