quotes

Pithecantropus Januarindu

Bismillah. Semoga semuanya mudah. Masa kecilku bahagia atau tidak ya? Kurasa aku bahagia. Tapi kenapa aku lupa? Malah lebih ingat ketidakbahagiaan yang sudah lewat. Kucari kebahagiaan baru setelah selesai minum obat batuk. Agar ketidakbahagiaan menjadi ambruk. Kadang kala aku yakin pasanganku lebih keren dari artis korea. Karena dia bisa menulis sajak walau hidungnya sedang mampet oleh influenza.

Januari. Fokus kita bikin jadi romantis. Omongan sendiri yang ditulis. Apa kabar kutilmu? Apa sudah menjadi batu? Jangan dulu bergegas mengucap rindu. Siapa tahu rindumu salah lokasi. Cek laporan pengirimannya dulu ya sis. Siapa tahu itu hanya gumpalan rasa sepi dan letih. Karena sudah lama tak hahahihi.

Januari. Pandanganmu menjadi kabur setelah lama melototi lampu senter. Apa yang kamu lakukan brother? Seperti tidak ada lagi saja kegiatan yang seger. Aku tahu kepalamu seberat bulldozer. Tampangmu berubah jadi monster. Tenanglah, januari tak akan merubahmu menjadi zombie. Walau langkah kakimu sudah miring ke kiri. Biar rindu salah lokasi, cinta tak akan pernah mati.

Pithecantropus Decembiostis

Hari yang cerah berangsur menuju temaram. Di taman kota dia duduk sendiri. Menikmati udara segar hasil produksi knalpot motor dan mobil. Nikmatnya sore itu. Polusi yang tinggi, sampah yang berserakan rapi, dan wangi air got yang hitam pekat seperti kopi. Sungguh cantik. Indahnya cinta yang tak terbalas, dan manisnya sakit hati, semua dilahap dengan keterbukaan diri dan bersyukur tinggal di bumi.

Bumi yang menjadi tempat kita berjumpa. Dengan dusta, dosa, sakit hati, rindu, cinta dan kecewa. Begitu senangnya ketika kau katakan putus, akhiri hubungan cinta. Atau begitu riang gembira dikala mendapatkan penolakan pada proposal cinta. Biarlah semua terjadi seperti bagaimana seharusnya terjadi. Angin barat, angin timur, angin selatan, angin utara. Kita pasti tegar menghadapi semuanya walau pasti masuk angin.

Desember yang genting. Selesai hujan dia duduk menikmati snek ketring. Memandangi ponsel yang tak kunjung berdering. Pesannya ternyata pending.

Desember. Hati dan dadanya jadi meriang. Habis diguyur hujan angan-angan. Lambat laun dirinya jadi Sepiderman. Sepi dan keder musiman. Karena cinta lama tak melakukan kunjungan.

Pithecantropus Novocalosis

Keras benar kepalanya. Dihantam palunya Thor pun tak akan menggoyahkan isi pemikirannya. Palunya retak, dirinya tetap tegak. Sebuah kelapa dikupas dari kulitnya. Airnya di minum, dagingnya di kunyah. Bercampur susu kental manis dan sedikit rasa gundah. Dinikmati ketika malam hari pada bulan maulid. Menambah energi, mengurangi racun yang di dapat dari polusi. Hati yang suka tiba-tiba resah, semoga jadi lunak, nyaman dan lembut seperti softex.

November. Jangan ragu. Kalau kau tak suka, muntahkan saja. Jika suka, telan dan bayar makanannya. Bulan ini mulai hujan mengguyur. Basahnya, basah. Seperti basah yang basah. Dan kadang panasnya, panas. Seperti panas yang panas. Seperti kasih yang belum kau temui, dan cinta yang terkadang berubah dingin. Itu bagian dari rangkaian perjalanan menggapai mimpi. Dan angin berdesir pelan di gunung karang. Menggibaskan poni ketika kau berjalan santai. Hei awan turunlah kesini. Biar aku bisa merasakan dekapmu dan tertidur dipangkuanmu persis seperti di TV. Jangan mandi air dingin! aku takut kamu jadi pilek.

November. Berjalan sangat pelan hingga pagi susah menjelang. Nyali yang besar runtuh diterjang badai. Lampu cinta padam. Kena giliran pemadaman dari PLN. Rindunya jadi rundi karena salah tulis. Tak ada yang sia-sia mencintai seseorang. Yang sia-sia itu kamu berharap cinta yang balas pada Lee Min Ho dan Scarlett Johannson. Bagi mereka cinta itu, Sarang dan Love.

Pithecantropus Aprimeiramadanus

Aku marah pada batu. Ku hujat, ku caci, dan ku ludahi, dia tetap bisu. Batunya tetap membatu. Mati kutu. Bagai keteguhan hatimu. Yang tak goyah walau ribuan lelaki klimis meminta darahmu. Kau memilihku. Seseorang yang senang dengan makan sorabi sewaktu subuh.

April terlewat dengan lupa. Burung-burung terbang dalam udara yang cerah. Satu burung hinggap di celana. Mengeram menunggu di deportasi ke sarangnya. Menanti kasih membelai mesra.

Mei dan ramadan sedang berjalan. Di akhir ramadan, orang itu gugup menjelang adzan. Tentang apa yang nanti akan dia hidangkan. Tumis bolham atau sop kaki meja sambal belacan? Semoga semuanya kenyang dan senang, walau yang disuguhkan hanya ketiadaan.

Pithecantropus Februditus

Pada genangan air aku bercermin, melihat diriku sendiri berhiaskan belek yang mengering. Ku basuh muka, mengelapnya rata. Membersihkan dari sisa mimpi jahat malam tadi. Boker sejenak, melepas beban yang mulai berat. Di Februari, nyamuk jarang menggerumuti. Di bulan ini, ada kasih yang harus dicumbui.

Februari. Dia datang dengan cahaya terang. Ketika harapan hampir padam, ketika mules tiada jamban. Mengetuk pondasi hati sekeras coran. Menyentuh lubuk dengan bahu yang nyaman. Apabila dia tersenyum, banyak burung yang lupa terbang. Jadi ayam. Ketika dia tertegun, awan, angin, cuaca, dan iklim jadi ikut muram. Dia penguasa keadaan. Dia adalah cinta yang banyak para bajingan idamkan.

Februari. Perlukah kita menumpang mandi? Bila ada umur panjang, atau saat aliran air PDAM mati. Baiknya kita satu gayung berdua. Berbagi odol dan sabun dalam satu atap kisah. Berdua mengarungi bahtera mandi junub bersama.

Pithecantropus Noviralistus

November. Semua direkam dengan sempurna. Semua terekam dengan semprulnya. Semua menunduk pada gadget-nya. Dihadiahi notifikasi. Dirantai media sosial. Ada hal menarik, seorang manusia hobi menjilat pantat sapi!

Seketika suara menjadi riuh. Peduli setan walau negara sedang rusuh. Ramai oleh kabar berita waktu subuh. Seseorang terciduk sedang menjilat pantat sapi karena hobi. Ritual pribadi. Agar dagangan jadi laris manis.

November. Fakta atau fiksi. Sudah jadi menu makanan setiap hari. Semua jadi korban rasa penasaran. Semua menjadi besar, di negeri pemuja viral…

November. Semua belum selesai dicatat, kosa kata jadi bergetar karena khilaf. Ya sudahlah. Rindu pun telah mendarat di rimbanya sendiri.

November. Selamatkanlah kami dari minggu siang tak berkegiatan selain kasak kusuk di ranjang.