Pithecantropus

Pithecantropus Boringus

Ketika terasa menyebalkan. Ketika semua terasa memuakkan. Dan ketika tiada satu pun yang bisa diandalkan. Lebih baik kuputuskan untuk masak nasi goreng. Nasi yang sudah ditanak lalu digoreng. Pakai bumbu dan kecap agar warna berubah agak cokelat. Salah satu warna yang kusuka ketika kamu tidak membuat warna yang cantik dalam suramnya hari yang berat.

Maksud hati ingin menulis rindu yang mengikis. Maksud hati ingin ceritakan cinta yang manis. Namun apa daya, perasaan dan logika seperti tahi ayam dan kue lapis. Yang satu ingin meringis, yang satu kukuh realistis. 

Angin berubah dingin. Layar terkembang menuntun jalan ke pelabuhan. Banyak hal yang diingin. Dayung bergerak, perahu menabrak tebing karang. Cinta, sudahlah aku menyerah saja. Rindumu ternyata tak sebanyak panggilan kerja.
Lampu temaram di kampung gunung karang. Cahayanya redup, bagai bulan terhalang awan. Matamu sudah berbeda pandangan. Mataku sudah berada di perbatasan.

Iklan

Pithecantropus Agoestinho

Agustus. Bulan yang kadang terasa tandus. Bulan yang terbuat dari rindu yang haus. Bulan yang tak perlu kau susah payah untuk dihapus. Biar semua berjalan dengan apa yang kita gerus. Nanti juga bulannya terlihat bagus. Bulan lahirnya si Agus.

Agustus. Sepertinya aku harus mengubah arah sisiran rambutku. Meralat mimpiku. Mengganti do’aku. Serta menambah tujuan yang baru. Mungkin semua akan terjadi tidak sesuai standar prosedur pengharapan. Namun, kita selalu perlu memantapkan keyakinan. Tak banyak bicara. Cukup diam dan banyak berusaha. Bila gagal, maka ulang lagi. Ulang lagi. Ulang lagi. Sampai tukang bubur naik haji 100 kali.

Agustus. Hujannya jarang-jarang. Rezekinya kadang-kadang. Cintanya panjang-panjang.

Pithecantropus L’Socialmedianus

Setiap hari dan sebelum tidur, dia bergumul dengan akunnya. Menapaki kisah fakta & fiktif yang jor-joran digenjot para penghuni negara maya.

Banyak denyut disana. Dari budaya, politik agama, atau drama cinta. Semua diserat dalam akun yg memikat. 

Jika sudah begitu, waktu dzuhur pun bisa lewat, simpati menjadi langka, empati entah bagaimana. Didera waktu, ditundukan alat.

Semua rasa bisa dinikmati tanpa ada rahasia. Menjual diri atau mencari-cari hati pun ada. Tapi kami butuh yang lebih nyata. Lebih bercahaya. Tapi semua berhak mengurus halamannya.

Ditanam, dipupuk, disiram, dan memanen buah-buah kata. Delusinasi, eksplorasi, hingga ekspektasi, terpapar rapi.

Jangan salahkan teknologi. Teknologi tak akan pernah mati. Teknologi membantu kamu yang sedang sepi.

Aku rindu purba. Rindu yang lebih meletup ketika sukar berjumpa. Rindu yang hanya terobati dengan berpeluk atau bertatap mesra.

Pithecantropus Apriliseries

April. Semua sudah diserap seperti yang tersirat. Disekap dan diucap hingga tersadap. Mobat-mabit hati ini diembat. Apakah lebih baik bila aku tetap menyuarakan namamu? Baiklah, aku habisi dulu mie instan sebelum menjamah tentang kamu. Tentang nama-nama yang sudah terlanjur menjadi rindu.

April. Kamu tiba seperti biasanya. Menggusur maret karena sudah keharusan. Dalam hisapan tembakau ini ada oksigen yang dibagi untuk kamu. Dalam isi dompet ini harusnya ada wajah kamu sebagai jimat pelindung hasrat laparku. Di tengah ramainya kota, aku bisa senang dubidubidudu. Di tengah ramainya kota, aku bisa bernyanyi shalalala. Tapi tunggu. Dalam kamar aku menemukanku yang sensitif. Sendiri dan menjadi konservatif. Dihajar pilu yang dubidupapapcuaptiwdidiwdidiw. Huff. Terkadang hidup ini terasa lebih sempit ketika kamu mengenakan kancut ukuran anak PAUD.

April. Apa yang lebih baik dari jus gratis pemberian si rahmat? Ternyata jawabnya adalah peluk kamu ketika dunia terasa sedang runtuh. Kamu. Maafkan, aku harus rindu. Kecuali sedang mules, aku harus boker dan kamu tahu itu. Jika banyak pikiran, rasanya hidup digrogoti waktu. Boker tak tenang, rindu pun jadi kelabu. Di April yang cantik, semua angan menjadi hal yang klasik untuk ketika idamkan cinta yang romantik.

Pithecantropus Patahatikus

Saat pertama aku patah hati, aku jadi malas untuk mandi pagi. Kecuali kalau masih ada jadwal sekolah dan kalau ada urusan penting dihari libur. Patah hati yang membuat aku paham tata cara berpacaran sewaktu cinta monyet-monyetan. Patah hati yang membuat pintu kamar terkunci dan lagu-lagu sendu diperdengarkan. Patah hati yang mengubah arah sisiran rambut menjadi menyaping ke kanan. Patah hati yang menjadi menyenangkan karena makin bertambahnya jumlah gebetan. Patah hati yang berubah menjadi broken heart kalau diucapkan mas David Beckham.

Selama ini aku mengira patah hati hanya disebabkan oleh cinta saja. Masya Allah, banyak yang lain juga ternyata. Misalnya si Cepy yang waktu itu menginap di rumahku dan motor kesayangannya digondol maling pada waktu subuh di rumahnya. Selepas itu dia terluka. Enggan menginap dimanapun karena trauma. Karena kejadian itu dia jadi tidak suka makan dedaunan lagi seperti biasanya. Dan itu bohong adanya. Dia tetap sama, memakan makanan yang standar konsumsi manusia. Ternyata, patah hati bukan disebabkan terlalu cinta atau sayang, tetapi didasari oleh kehilangan.

Tips: Jika engkau tidak mau rasakan patah hati, janganlah kau menggosok gigi. Agar timbul sakit gigi. Dengan begitu kamu bisa berkata, “sakit hati (patah hati) tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sakit gigi”. Itu.

Pithecantropus Januaresolucius

Kamu adalah pajangan dinding yang didera berbagai huruf dan angka. Membacamu akan sulit jika dilakukan dengan menutup mata. Harusnya kau ada di angkasa. Bersama bintang dan awan hitam dan juga seluk beluk Aurora. Kamu tak perlu sedih jika suatu hari kau dijadikan bungkus kacang atau cabai di pasar. Memang almanak begitulah nasibnya. Terima saja. Bulan pertama di tahun yang baru, aku mengurus nasib dengan rindu menderu ke kamu.

Selamat tahun baru kulkas, Kamu dingin. Sukar menebak apa yang kau ingin. Hidup ini akan terasa berat jika angkat barbel sambil makan ikan asin. Kadang perlu untuk menghibur bathin. Kadang perlu juga dikerokin. Semua ini terangkai pada Januari yang kurang suntikan vitamin.

Januari. Semoga kau tahu bahwa menulis puisi cinta itu susah rasanya. Apa lagi ketika tangan diikat ke kursi dan mulutmu disumpal. Cinta, cinta, cinta. Sebuah kata yang tersusun dari lima huruf berbeda. Dan banyak frase tentangnya. Puisi cinta terbaik yang pernah aku buat adalah doa tentangmu yang aku panjatkan ke tuhan sehabis sholat. Dia maha mengabulkan lebih dari kamu. Apa lagi si Heru. Ya si Heru. Teman yang ku pergoki sedang mainin burung di kelas ketika sekolah dulu.

Januari. Selamat datang kembali. Maaf belum sempat buat resolusi. Beli rokok saja masih sering di Mak haji Nani. Dengkulmu resolusi. Resolusiku setiap hari. setiap hari evolusi. Membuat yang lebih baik lagi.