Pithecantropus L’Socialmedianus

Setiap hari dan sebelum tidur, dia bergumul dengan akunnya. Menapaki kisah fakta & fiktif yang jor-joran digenjot para penghuni negara maya.

Banyak denyut disana. Dari budaya, politik agama, atau drama cinta. Semua diserat dalam akun yg memikat. 

Jika sudah begitu, waktu dzuhur pun bisa lewat, simpati menjadi langka, empati entah bagaimana. Didera waktu, ditundukan alat.

Semua rasa bisa dinikmati tanpa ada rahasia. Menjual diri atau mencari-cari hati pun ada. Tapi kami butuh yang lebih nyata. Lebih bercahaya. Tapi semua berhak mengurus halamannya.

Ditanam, dipupuk, disiram, dan memanen buah-buah kata. Delusinasi, eksplorasi, hingga ekspektasi, terpapar rapi.

Jangan salahkan teknologi. Teknologi tak akan pernah mati. Teknologi membantu kamu yang sedang sepi.

Aku rindu purba. Rindu yang lebih meletup ketika sukar berjumpa. Rindu yang hanya terobati dengan berpeluk atau bertatap mesra.

Pithecantropus Apriliseries

April. Semua sudah diserap seperti yang tersirat. Disekap dan diucap hingga tersadap. Mobat-mabit hati ini diembat. Apakah lebih baik bila aku tetap menyuarakan namamu? Baiklah, aku habisi dulu mie instan sebelum menjamah tentang kamu. Tentang nama-nama yang sudah terlanjur menjadi rindu.

April. Kamu tiba seperti biasanya. Menggusur maret karena sudah keharusan. Dalam hisapan tembakau ini ada oksigen yang dibagi untuk kamu. Dalam isi dompet ini harusnya ada wajah kamu sebagai jimat pelindung hasrat laparku. Di tengah ramainya kota, aku bisa senang dubidubidudu. Di tengah ramainya kota, aku bisa bernyanyi shalalala. Tapi tunggu. Dalam kamar aku menemukanku yang sensitif. Sendiri dan menjadi konservatif. Dihajar pilu yang dubidupapapcuaptiwdidiwdidiw. Huff. Terkadang hidup ini terasa lebih sempit ketika kamu mengenakan kancut ukuran anak PAUD.

April. Apa yang lebih baik dari jus gratis pemberian si rahmat? Ternyata jawabnya adalah peluk kamu ketika dunia terasa sedang runtuh. Kamu. Maafkan, aku harus rindu. Kecuali sedang mules, aku harus boker dan kamu tahu itu. Jika banyak pikiran, rasanya hidup digrogoti waktu. Boker tak tenang, rindu pun jadi kelabu. Di April yang cantik, semua angan menjadi hal yang klasik untuk ketika idamkan cinta yang romantik.

Pithecantropus Patahatikus

Saat pertama aku patah hati, aku jadi malas untuk mandi pagi. Kecuali kalau masih ada jadwal sekolah dan kalau ada urusan penting dihari libur. Patah hati yang membuat aku paham tata cara berpacaran sewaktu cinta monyet-monyetan. Patah hati yang membuat pintu kamar terkunci dan lagu-lagu sendu diperdengarkan. Patah hati yang mengubah arah sisiran rambut menjadi menyaping ke kanan. Patah hati yang menjadi menyenangkan karena makin bertambahnya jumlah gebetan. Patah hati yang berubah menjadi broken heart kalau diucapkan mas David Beckham.

Selama ini aku mengira patah hati hanya disebabkan oleh cinta saja. Masya Allah, banyak yang lain juga ternyata. Misalnya si Cepy yang waktu itu menginap di rumahku dan motor kesayangannya digondol maling pada waktu subuh di rumahnya. Selepas itu dia terluka. Enggan menginap dimanapun karena trauma. Karena kejadian itu dia jadi tidak suka makan dedaunan lagi seperti biasanya. Dan itu bohong adanya. Dia tetap sama, memakan makanan yang standar konsumsi manusia. Ternyata, patah hati bukan disebabkan terlalu cinta atau sayang, tetapi didasari oleh kehilangan.

Tips: Jika engkau tidak mau rasakan patah hati, janganlah kau menggosok gigi. Agar timbul sakit gigi. Dengan begitu kamu bisa berkata, “sakit hati (patah hati) tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sakit gigi”. Itu.

Pithecantropus Januaresolucius

Kamu adalah pajangan dinding yang didera berbagai huruf dan angka. Membacamu akan sulit jika dilakukan dengan menutup mata. Harusnya kau ada di angkasa. Bersama bintang dan awan hitam dan juga seluk beluk Aurora. Kamu tak perlu sedih jika suatu hari kau dijadikan bungkus kacang atau cabai di pasar. Memang almanak begitulah nasibnya. Terima saja. Bulan pertama di tahun yang baru, aku mengurus nasib dengan rindu menderu ke kamu.

Selamat tahun baru kulkas, Kamu dingin. Sukar menebak apa yang kau ingin. Hidup ini akan terasa berat jika angkat barbel sambil makan ikan asin. Kadang perlu untuk menghibur bathin. Kadang perlu juga dikerokin. Semua ini terangkai pada Januari yang kurang suntikan vitamin.

Januari. Semoga kau tahu bahwa menulis puisi cinta itu susah rasanya. Apa lagi ketika tangan diikat ke kursi dan mulutmu disumpal. Cinta, cinta, cinta. Sebuah kata yang tersusun dari lima huruf berbeda. Dan banyak frase tentangnya. Puisi cinta terbaik yang pernah aku buat adalah doa tentangmu yang aku panjatkan ke tuhan sehabis sholat. Dia maha mengabulkan lebih dari kamu. Apa lagi si Heru. Ya si Heru. Teman yang ku pergoki sedang mainin burung di kelas ketika sekolah dulu.

Januari. Selamat datang kembali. Maaf belum sempat buat resolusi. Beli rokok saja masih sering di Mak haji Nani. Dengkulmu resolusi. Resolusiku setiap hari. setiap hari evolusi. Membuat yang lebih baik lagi.

Pithecantropus Endingdongos

​Vintage Jazz music seperti sengaja dirancang agar lebih enak dinikmati ketika tengah malam. Sama, seperti rindu Kamu. Lebih berdenyut ketika sunyi. Dan mengidamkan tukang bakso lewat pada pukul 2 dini hari adalah sama dengan menginginkan peri datang menunggang Unicorn menyelamatkan dari bahaya ketika akan dibunuh penyihir nakal. Oke, inilah catatan akhir Desember. Catatan akhir 2016. 

11 bulan kemarin adalah waktu yg seperti biasanya dibuat menyenangkan sedemikian rupa. Ada sedihnya juga sih. Pokoknya lengkaplah. Bumbu rindu dan penyedap cinta juga ada. 11 bulan yang mengagumkan. Harus terus disyukuri walau banyak halang rintang dan kebahagiaan. Aku masih hidup sekarang. Masih makan nasi uduk. Dan masa lalu bagai bab pendahuluan. Tentangmu seperti halaman buku yang lupa aku batasi. Mengulang membaca dari awal. Lalu jadi hafal. Langsung merapikan diri untuk masa depan.

Beberapa bulan yang lalu adalah hal yang penuh kejutan. Aku ketemu cinta. Tapi cintanya keburu pergi. Kasian. Ada si Anang memutuskan untuk mirip dengan Reza Rahardian sebagai simbol pencitraan. Mengejutkan bukan? Si Ilham sih terkejut. Si Rahmat juga. Bapaknya, ngga. Beberapa momen manis dan pahit dalam hitungan bulan. Dapat dirasakan. Alhamdulillah normal. Sebagai mahluk sosial. Sebagai manusia bumi yang berkewarganegaraan, beradab dan berperasaan.

Masa depan itu hanya dalam satu hitungan detik. Satu detik ke depan adalah masa depan. Jangan disia-siakan dengan membuang kesempatan. Kenali diri. Apa yang sebenarnya yang kamu ingini. Jangan jadi penyesalan dikemudian hari. Sederhanakan pikiran. Jika rindu masih berdenyut dan cinta masih berdegup, jatuhkan dia pada pelukan. Jika dia enggan, maka “kasian deh lu” kalo kata si Firhan.

Desember sebentar lagi menggulung kalender dan berganti Januari. Sedang apa kamu disitu. Kemarilah. Aku ada uang 2000. Modal masa depan dengan kamu. Sisanya tergantung penghulu. Penghulunya, lupa belum bayar parkir. Parkirnya ternyata mahal. Mahal banget sampai cintanya juga dijual. Dijual pada orang berkantong tebal. Tebal dompetnya, setebal Alis matamu. Matamu berubah hijau. Hijau gunung, sawah dan ladang. Ladang ranjau darat. Darat, laut dan udara tahu jika aku menyukaimu. Menyukaimu ternyata lebih mudah dari berhenti merokok. Tamat. Tamat. Tamat.

Pithecantropus Dcempropozsalis

Desember. Pertama-tama mari kita panjatkan puja dan puji kepada Tuhan yang masing-masing diyakini. Karena berkat Rahmat dan hidayah-Nya kita bisa jumpa dan menikmati bulan ini. Serta tidak lupa mari kita ucapkan salam sayang dan rindu kepada masing-masing pasangan, terkecuali yang masih monokotil single amubaistic karena belum bertemu pujaan hatinya. Kita doakan saja, semoga lekas berjumpa dan menikmati indahnya bercinta. Aaaminnn…

Desember. Dalam rangka mensukseskan kegiatan pelepasan bulir-bulir rindu, kami selaku manusia, penikmat cinta, mengundang anda-anda sekalian pada ; setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, untuk hadir dalam setiap angan dan dambaan sebagai simbol kasih yang perlu dipedulikan. Hal-hal yang bersifat egois tidak diperkenankan untuk sementara. Demi menunjukan sinyal-sinyal perasaan yang sama ataupun tidak.

Desember. Agar lancar dan tertibnya kegiatan di atas, maka kami selaku penikmat asmara, memohon serta partisipasi anda untuk lebih jauh tenggelam mengenal tiap-tiap denyut kasih yang dipancarkan oleh pihak yang bersangkutan. Semoga kebijaksanaan dan ketulusan anda menyikapi kegiatan romansa ini dibalas dengan berjuta pahala oleh yang maha cinta.

Desember. Demikian proposal rindu ini dibuat. Kurang atau lebihnya dimohon maaf. Dan izinkanlah aku berkunjung kedalam hatimu, pastikan ku ada di sana. Wassalam.

Desember, Bumi, 00:46.

Ketua Panitia