Maret

Pithecantropus Marethius

Maret beberapa ratus juta detik lalu. Dia itu terbuat dari kuatnya rasa cinta. Dia menimbulkan haru bahagia. Dia terjun ke dunia setelah berbulan-bulan mendekam dipangkuan ibu. Entah berapa bibir yang mendarat di kedua pipinya. Di keningnya. Di bibir dan hidungnya juga. Semua terjadi karena rasa suka. Gemas dengan wujudnya. Yang sehabis mandi sore wangi oleh lumuran minyak telon dan bedak. Dia yang lahir untuk dikenal dengan kamu panggil sayang, si jelek, atau cinta.

Maret beberapa juta menit yang lalu. Dia mengenalmu. Memberikan warna lain dalam hidupmu. Mengingatkanmu bersamanya pada kenangan tempo dulu. Dia yang suka kejepit resleting waktu itu. Dia yang rajin ke dokter gigi pada minggu. Dia yang tidur sambil memegang pipi ibu. Dia yang berkata, “Aku ingin beli mobil buntung agar seluruh keluargaku keangkut”. Ah dia itu. Dia yang gemar ngemut makanan sampai umur sepuluh. Dia yang suka kamu rindu adalah dia yang pernah bilang rindu ke kamu.

Duhai maret. Bulan yang bagus untuk konsumsi nasi goreng sendirian. Nasinya digoreng, piringnya dimakan. Banyak khilaf yang belum dimaafkan. Banyak rindu yang belum dipertemukan. Ku tanya malam, dapatkah kau lihat perbedaan yang tak terungkapkan? Tapi mengapa kau tak berubah. Ada apa dengan anu?

Iklan

Pithecantropus Marchingus

Maret
Mapan tapi seret
Seperti jualan koran pagi di sore yang macet
Atau kepala yang jadi dadas diamplas mumet

Maret
Gubrisan perawan yang sedang dapet
Overload upil di hidung membuat mampet
Kesal tiba karena rindu yang tak kunjung rapet

Maret yang agung
Dengarkan detak jantung yang mendengung
Cinta yang tak kunjung turun gunung
Diculik bandit dimasukan karung

Maret yang keren
Hanya kuasa tuhan yang paten
Bertemu lawan jenis yang dipengen
Memulai hidup jadi penganten

image

Pithecantropus Marmumet

Sejenak aku berpikir, lalu aku tidak melanjutkan memikirkan ketika sudah pusing. Dalam bilik pilu ada desah yang kabur. Suara gemericik air di luar menandakan musim telah berganti. Dimana aku? Masih serba abu-abu.

Lahap nian makanmu. Sepertinya kamu memang lapar dan lelah setelah dituntut sendu. Minumlah seteguk rindu ketika selesai memakan hari-harimu.

Maret, semoga terus bahagia dan selalu ada jalan keluar ketika kepala dan dada mumet. Jangan melamun, nanti kesambet. Dirasuki oleh siluman Singkong rebus.

Oh kenapa harus ada Maret? Ini karena setelah Februari. Akan kuganti nama bulan ini dengan yang baru. Berganti nama dari Maret ke Mumet.