Finansial

Pithecantropus Le Febre

Diam. Dengarkan. Suara angin akhir-akhir ini lebih senyap. Menandakan arah telah berubah. Bagian mana dari hidup ini yang tak kau mengerti? Ketika angin membawa hujan lebih jauh ke tengah. Atau kau masih teguh berdiri di tebing penantian? Semua yang kita tulis akan memenuhi halaman buku hingga harus menyibakkan halaman baru. Cinta harus bermetamorfosis. Seperti pedagang tahu bulat yang juga berjualan cireng isi.

Februari. Bulan kedua di tahun ini. Tahun baru yang berasa baku. Cuacanya biasa. Langitnya indah di kala fajar, senja, dan malam jikalau sedang cerah. Para pencinta bergumul mesra bersama masing-masing selirnya. Si Anang intim dengan mobile legend-nya. Dan aku klimaks oleh teh hangat, musik merdu, dan goreng sukun. Berilah kami semua ketabahan ketika harapan longsor digerus ketidakpastian.

Terima kasih tuhan. Ketika rindu, aku bersyukur, karena Kau tahu yang ku butuhkan. Februari yang tentram oleh cinta yang diidamkan.

Pithecantropus Painus

Lihatlah kamu sekarang. Lebih tangguh dari batu karang. Lebih enak dari Tahu Sumedang. Kamu mungkin memulainya dengan kurang. Namun semuanya kau lampaui dengan kekuatan beribu bintang. Semua pasti akan menjadi cemerlang. Seperti yang kau mau sayang. Kadang kau harus tersakiti agat tahu bagaimana caranya senang.

Hidup ini sederhana memang. Tanggalkan masa lalu, melangkah jauh ke masa mendatang. Jarang ragu untuk meminta kalau kau tak punya uang. Lihatlah sekitarmu, banyak cahaya benderang. Itu untuk kamu, bahwa kau tidak pernah sendirian melayang-layang.

Rasa sakit oleh pengkhiatan yang berujung kekecewaan, tidak ada apa-apanya dengan sakit Gigi yang menyerang ketika siang dan tetangga sebelah stel musik dengan kencang jika kamu bandingkan. Dan bagaimana aku tahu itu akan menjadi unsur pesakitan? Itu dari si Eki, nama seorang teman, ketika berbagi cerita diparkiran tempat makan.

Akan percuma ketika kau jauh-jauh menimba ilmu, tapi sumur sendiri tak pernah dapat belaian. Ini tentang kamu, tentang dia, tentang aku, tentang siapapun yang merasa dirinya adalah orang. Bahwa, kecewa, tidak akan ada ujungnya kecuali kamu merelakan. Sekian. Semoga kamu tak paham. Amin.

Pithecantropus Wordiatulisanah

Apa yang harus aku katakan tentang hutang? Itu cuma sebuah kata dari bahasa Indonesia asli. Berurusan dengan hal ekonomi. Berupa uang, barang, janji, atau si budi. Bukan sesuatu yang wanita kenakan dan suka dipreteli lelaki.

Kalau tidak punya uang disebut apa? Banyak disebut Bokek oleh orang Indonesia juga. Sebuah kata yang mengandung tiga huruf konsonan dan dua huruf vokal. Apa harus disebutkan huruf apa saja? Tidak. Repot. Karena kau sudah tahu huruf apa saja. Bokek kondisi saat manusia lemah dompet dan bukan sejenis binatang yang bersaudara dengan cicak di dinding.

Kamu itu apa? Kamu adalah sejenis manusia yang Tuhan ciptakan dengan sempurna. Lebih sempurna dari setan dan malaikat. Kamu tak perlu menjadi dia. Iya dia. Dia yang suka gelantungan di pohon dan main topeng juga. Kamu salah satu do’a yang di-aminkan sewaktu shalat.

Pithecantropus Februalis

Apakah kau mendengar suaraku?
Tadi aku mengaduh peluh
Meneriakkan memanggil namamu
“Mang Ujang, ieu piring na….!!!” Begitu kataku pakai bahasa sunda
Ketika selesai kuhabiskan nasi goreng buatanmu
Disuatu malam, tepat ketika kau hampiri langgananmu yang lainnya

Hujan jatuh diawal Februari
Cantik, seperti permainan Lionel Messi
Apa kabarnya aku?
Baik-baik sajakah aku?
Aku bertanya pada aku
Ku jawab pertanyaan itu
Biar tidak mubadzir
Dan juga agar dokter tidak mendahului bertanya seperti itu

Aaah Februari….
Bulannya baru muncul, tekanannya sudah berkarat
Tuhan, bantu aku!
Kita dialog sekarang juga
Saat aku mendirikan Sholat
Ataupun sedang mengingatMu