ANALOGIC LABILISPUS

Chapter I : Gerakan Pemuda Labil Cinta Damai Suka Bubur Ayam (GPLCDSBA)

Oooh.. Sedang apa aku disini. Sepertinya cuma aku, Monyet yang kerja di pemerintahan tapi berpakaian swasta. Mungkin ada sih ditempat lain, apakah itu kamu?… Siapa yang mengubah hatiku, kembali datang ke masa lalu, entah ngomong apa aku. Mencoba kreatif dalam semua keterbatasan di kepala dan di dada. Apa yang mereka lakukan ditempat ini? Dandan kece, kendaraan mewah, gaji gak jelas cuma magang tepat sepertiku. Status? Iya sepertinya mereka hanya mencari status. Biar strata sosialnya naik karena raga berbalut seragam hijau pemerintahan. Mungkin seperti itu, apakah kamu juga begitu?… Yah, biarlah mereka pasti punya tujuan. Ayo kita mainkan! Jreeeengg…!

Lihatlah… Badanku dulu tak begini. Terlihat lebih artistik dari sebelumnya. Kapankah aku gendut lagi, aku tanya pada Google, pada Dia Ibuku, pada kamu yang sedan ngupil disitu. Saatnya kini telah tiba mengencangkan tali sepatu yang kendur karena terlalu sering berlari. Ayo ikut denganku, ta’ gendong kemana-mana. Lalu menclok di jendela. Ayo kita bergerak! Gerakan Pemuda Labil Cinta Damai Suka Bubur Ayam (GPLCDSBA). Untuk mengkritisi tingkat kegalauan masyarakat demi terciptanya kehidupan damai dan berimbang, di kepala, Dada, dan Saku dompet kita. Mari kita mulai dengan melakukan kegiatan/pekerjaan sesuai dengan Passion. Seseorang yang kenal dengan seseorang pernah berkata padaku, THINK LESS, FEEL MORE!

Chapter II : Laparisme Maagnitudo

Rasanya baru tadi aku makan kue semprong 2 biji, masih lapar walau tadi pagi sarapan sama Liwet dan kerupuk. Ini waktu tempat dimana nasi Bungkus dan nasi Rames dari Departemen Pernasian Divisi Lambung Sektor Usus untuk laporan. Tapi… Jangan makan siang. Kalo siang dimakan nanti cuma ada pagi, sore dan malam. Hmmm… Selamat pagi, siang dan malam, selamat hari senin sampai senin lagi, mari berbahagi sesuai dengan selera.

Chapter III : Departemen Perngawuran Sastra

Seseorang yang kenal dengan seseorang pernah berkata, “Diatas langit masih ada langit”“Dibawah Perut masih ada celana”,.. atau “dibalik kamar mandi masih ada yang mandi”…dan sebagainya dan seterusnya.. Artinya sama dalam pengertian yang sama. Ini Aku temukan di dunia baru ku. Dunia penuh kata, kalimat, paragraf , isi dan pesan. Sebaikknya tidak bolek jumawa. Merasa diatas segala, tapi lihatlah dibawah sana, diatas kamu ada apa. Biar tidak sombong seperti anjing menggonggong, kalimat berlalu. Tetaplah merasa bodoh, biar terus belajar!

Chapter IV : Restless Heart Syndrome – Heart Dyslexia

Tidak gampang menjadi manusia. Penuh tekanan, beban, dan semua meminta pertanggungjawaban. Saat itu kepala dan dada sedang runyam. Runyam seperti tali kolor yang awut-awutan. Siapakah gerangan disana yang mengerti tentang diri. Teori penyederhanaan pikiran. Sederhanakan Pikiran. Semoga menjadi pribadi yang anggun. Dendam, kesalahan, kegagalan bukan musuh, tapi teman untuk membangun pribadi yang elegan.

Chapter V : Friday of The Ngerebek Day In The Strange Place

I don’t know why, I eat uduk but the sambel is kebanyakan. Make me kepedesan, my stomache feel so hot. Oh my god, I’m ngerebek disko. Hah… ribet juga bahasa inggris. Sampe saat ini daku masih jalani hari di tempat yang sebenarnya selalu daku jauhi. Tapi setelah ngobrol bareng sama ayah muda, dia kasi wejangan, “Terkadang kita ditempatkan pada keadaan yang tidak kita inginkan. Dan jika itu harus dijalani, ya jalani saja. Dan katakan itu hanya sementara”. Yah… ada banyak benarnya juga. Ya sudah daku bertahan hingga muncul lagi kesempatan.

Chapter VI : Ingusistematik

Setiap orang berhak ingusan. elaplah ingusmu sendiri sebelum mengelap ingus oranglain. Jangan mengingusi oranglain. Siapapun yang beringus, semuanya sama, sama dalam cara mengelapnya. Begitu pula dengan urusan (masalah) tiap pribadi sesorang.

Chapter VII : Everybody Love Wow

Saat ini ditahun 2012 ini, semua orang suka sekali bilang “WOW”. Ada yg koprol dulu lalu bilang wow. Ada yg wow tapi gak koprol. Ada koprol yg berwow-wow. Ada yg marah dan sedih tapi malah bilang wow. Mungkin nanti saya bikin thesis dg judul “Pengaruh bilang wow thdp psikologis prilaku kewowan masyarakat dg dianalisa menggunakan teori darwin”.
Belom lagi ada temen yg nanya, “Hi Indra, how are you? what musim in your country now?”… karena saya teman yg jujur saya jawab, “Hi there, I’m fine,. In here is musim wow”…
Tm : what wow?
gw : everybody says wow in here
Tm : Woww… (terkejut)
gw : tuh kan nular!

Absurb…

Well, Saya gak permasalahin sih, banyak2lah koprol krn itu menyehatkan. Asal yg penting jangan Adzan diganti bilang wow!

Chapter VIII : Inner Beauty Is Dead

Di Fesbuk tuh lucu. Jadi Foto Profil tuh berbanding lurus dengan jumlah Like dan Comment pada sebuah Status. Beda banget dengan ditempat lain, jumlah komentar berbanding lurus dengan isi status kita. Artinya kita dinilai dari apa yang kita sampaikan. Gampang sekali kalo di fesbuk, tinggal ajang foto yang unyu, diedit-edit dulu di photoshop pasti kamu banyak yang suka.

Contoh, cewek/cowok cakep dengan tampang diatas rata-rata, bikin status cuma “Duch bingung..!”, beuh langsung deh 100 Hansip beserta jajarannya menyukai status dan 50 bandit cinta kesepian mengomentari status anda. Beda dengan yang bikin status yang bernada romantis, kritis maupun inspiratif, berhubung PP (Profile Picture)-nya jelek, palingan cuma ada 1 yang Like dan itupun dia sendiri.

Lalu dimana yang katanya menilai seseorang itu jangan hanya tampangnya saja? Ah oarang yang bilang seperti itu tergolong Munafikers. Realitanya, kita manusia lebih dulu menilai seseorang dari luarnya. Ya… INNER BEAUTY IS DEAD!

25 responses to “ANALOGIC LABILISPUS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s