Bulan: November 2018

Pithecantropus Almaricus

Tanggul sebesar apapun, kita tak bisa menahan rindu yang sudah terlanjur banjir. Dia adalah cuaca cerah yang kau idamkan ketika mendung. Cahaya mentari yang menyelusup diantara celah-celah daun. Sekejam apapun dia kepada nyamuk, kau pasti akan tetap menerimanya.

Ingin rasanya memeluknya. Mengatakan, hari ini menyenangkan. Merebahkan kepalamu ketika hari terasa berat di bahunya. Berbagi oksigen bumi dengannya. Apakah kau bersandar ditempat yang benar? Dan hatimu pun menggambar sebuah mimpi.

Sebelum matamu dan mataku bertemu, katamu, aku telah menjadi abu. Kataku, kamu hanyalah tamu. Berbeda zona kenyamanan. Menerima apa yang dihidangkan. Keinginan tinggal keinginan. Dipendam, dikubur. Menutupi perasaan. Disimpan kenangan. Di lemari titip perasaan. Bahwa rindu dan cinta ini bisa meluap gampang.

Oh. Beberapa musim telah berganti. Apakah hatimu masih menggambar sebuah mimpi?

Iklan

Pithecantropus Noviralistus

November. Semua direkam dengan sempurna. Semua terekam dengan semprulnya. Semua menunduk pada gadget-nya. Dihadiahi notifikasi. Dirantai media sosial. Ada hal menarik, seorang manusia hobi menjilat pantat sapi!

Seketika suara menjadi riuh. Peduli setan walau negara sedang rusuh. Ramai oleh kabar berita waktu subuh. Seseorang terciduk sedang menjilat pantat sapi karena hobi. Ritual pribadi. Agar dagangan jadi laris manis.

November. Fakta atau fiksi. Sudah jadi menu makanan setiap hari. Semua jadi korban rasa penasaran. Semua menjadi besar, di negeri pemuja viral…

November. Semua belum selesai dicatat, kosa kata jadi bergetar karena khilaf. Ya sudahlah. Rindu pun telah mendarat di rimbanya sendiri.

November. Selamatkanlah kami dari minggu siang tak berkegiatan selain kasak kusuk di ranjang.