Pithecantropus Aprilonea

Nyamuk itu meminum darahnya sendiri. Darah yang sebenarnya dia dapat dari orang yang sore tadi makan geplak 2 biji. Nyamuk itu mabuk. Lunglai lesu terjerembab nyusruk. Ternyata darahnya mengandung racun. Zat yang membuat dirinya rabun. Tidak bisa menerima kebenaran. Tidak bisa merasakan kenyataan. Semua menjadi buram dan menjadi banyak perkiraan. Kasihan dia, terbenam oleh ulah alih halonya sendiri.

April. Bulan belum montok. Seonggok wanita yang posting goyangannya di tik-tok. Bercelana sependek-pendeknya. Berdansa sensual merem melek mata dan genit bibir nakalnya. Terjebak dalam realita dunia maya. Tergeletak di dunia ayam.

April. Tindakan dan hasil mungkin kadang tak sesuai harapan. Keinginan yang belum terpuaskan. Semua didekap tenang oleh cinta yang amat menentramkan. Dalam kecup manis, dalam tawa dan tangis. Pada dasarnya, kita adalah nyamuk-nyamuk yang perlu banyak istighfar dan ikhtiar. Agar semua menjadi besar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s