Bulan: Oktober 2016

Pithecantropus Painus

Lihatlah kamu sekarang. Lebih tangguh dari batu karang. Lebih enak dari Tahu Sumedang. Kamu mungkin memulainya dengan kurang. Namun semuanya kau lampaui dengan kekuatan beribu bintang. Semua pasti akan menjadi cemerlang. Seperti yang kau mau sayang. Kadang kau harus tersakiti agat tahu bagaimana caranya senang.

Hidup ini sederhana memang. Tanggalkan masa lalu, melangkah jauh ke masa mendatang. Jarang ragu untuk meminta kalau kau tak punya uang. Lihatlah sekitarmu, banyak cahaya benderang. Itu untuk kamu, bahwa kau tidak pernah sendirian melayang-layang.

Rasa sakit oleh pengkhiatan yang berujung kekecewaan, tidak ada apa-apanya dengan sakit Gigi yang menyerang ketika siang dan tetangga sebelah stel musik dengan kencang jika kamu bandingkan. Dan bagaimana aku tahu itu akan menjadi unsur pesakitan? Itu dari si Eki, nama seorang teman, ketika berbagi cerita diparkiran tempat makan.

Akan percuma ketika kau jauh-jauh menimba ilmu, tapi sumur sendiri tak pernah dapat belaian. Ini tentang kamu, tentang dia, tentang aku, tentang siapapun yang merasa dirinya adalah orang. Bahwa, kecewa, tidak akan ada ujungnya kecuali kamu merelakan. Sekian. Semoga kamu tak paham. Amin.

Iklan

Pithecantropus Oktobroth

Oktober

Suatu hari Aku akan menjadi Aka kalau sedang salah nulis. Atau menjadi Aki, karena tua dalam bahasa Sunda, juga dlm bentuk komponen elektrik.

Oktober

Aku adalah sebagaimana Kau menyebutku. Membicarakanku dibelakang seolah Kau Maha Tahu. Dalam perbincangan di depan saat Interview. 

Oktober

Aku dan Malam berteman sejak dulu. Ketika malam sudah kelabu, aku pulas dengan mimpiku.

Oktober

Apabila Malam, kepalaku mendadak rimbun. Tumbuh dahan dan daun. Ingat angan, ingat Timun. Timun? Terserah, namanya juga melamun.

Oktober

Katakan padaku. Siapakah pencipta jingle Tahu Bulat digoreng mendadak itu? Namun, aku yakin kamu tak tahu. Sama pula dengan bagaimana perasaanku.