Pithecantropus Junymamasic

Juni
Endless love moment itu ketika ibumu sakit, ayahmu dengan lembut menyuapinya makan. Ya, kamu disitu. Melihatnya tertegun haru. Seperti tukang parkir bisu yang menuntun kendaraan keluar dari macetnya pikiranmu. Semua mendadak biru. Semua biru menjadi abu-abu.

Juni
Seketika dadamu berdegup pelan, lutut melemas, dan hampir saja air mata membanjiri jalan. Menjadi iri karena belum menemukan pilihan. Hati yang lowong, terlalu lama dibuat oblong. Kosong melompong. Hampir saja dicomot dan dikilo tukang rongsokan. Cinta sejati ayah dan bunda adalah contoh nyata kisah percintaan.

Juni
Kamu melihatnya dengan tak karuan. Nafas teringsak, haru tumbuh menyerang. Sosok yang membesarkan sedang lemas di ranjang. Sosok yang membantumu jadi Macan. Dia sudah tua kan? Ya, sudah rentan. Seumuran dengan ibu-ibu lain yang doyan nonton sinetron selepas petang. Istirahatlah. Tuhan sedang menguji cintamu. Selamat tidur. Sakit adalah bagian dari nikmat Tuhan yg mesti disyukuri sayang.

Iklan

6 responses to “Pithecantropus Junymamasic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s