Bulan: Juni 2016

Pithecantropus Ramadhanosis

Mungkin akan jadi menyenangkan rasanya kalo tiap bulan adalah bulan ramadhan. Semua orang berlomba-lomba berbuat kebaikan. Tempat ibadah jadi pusat keramaian. Tapi itu juga termasuk rumah si Ridwan sih. Jadi tempat kabur kami pas malas solat tarawih.

Ramadhan. Orang-orang mempererat silaturahmi. Makan bersama teman-teman sekolah yang disebut juga reuni. Keasyikan kopdar sampai lupa solat magrib. Buka puasa sama pacar, eh malah dibuka semuanya. Hih.

Ramadhan. Bulan seribu berkah. Mengucap beribu do’a dengan tangan tengadah. Berharap rezeki tumpah tercurah. Yang berkeluarga meminta banyak uang untuk baju baru dan persenan sewaktu lebaran. Dhuafa cinta ancang-ancang siapkan jawaban dari pertanyaan kapan kawin yang kadang meresahkan.

Ramadhan. Sungguh penuh kemuliaan. Terima kasih Tuhan atas semua yang Kau berikan. Semoga kami selalu diberi kemudahan.

Iklan

Pithecantropus Junymamasic

Juni
Endless love moment itu ketika ibumu sakit, ayahmu dengan lembut menyuapinya makan. Ya, kamu disitu. Melihatnya tertegun haru. Seperti tukang parkir bisu yang menuntun kendaraan keluar dari macetnya pikiranmu. Semua mendadak biru. Semua biru menjadi abu-abu.

Juni
Seketika dadamu berdegup pelan, lutut melemas, dan hampir saja air mata membanjiri jalan. Menjadi iri karena belum menemukan pilihan. Hati yang lowong, terlalu lama dibuat oblong. Kosong melompong. Hampir saja dicomot dan dikilo tukang rongsokan. Cinta sejati ayah dan bunda adalah contoh nyata kisah percintaan.

Juni
Kamu melihatnya dengan tak karuan. Nafas teringsak, haru tumbuh menyerang. Sosok yang membesarkan sedang lemas di ranjang. Sosok yang membantumu jadi Macan. Dia sudah tua kan? Ya, sudah rentan. Seumuran dengan ibu-ibu lain yang doyan nonton sinetron selepas petang. Istirahatlah. Tuhan sedang menguji cintamu. Selamat tidur. Sakit adalah bagian dari nikmat Tuhan yg mesti disyukuri sayang.