Bulan: April 2016

Pithecantropus Frienzonus

Temanku. Temanku ternyata banyak. Mulai dari manusia, sampai mahluk lain spesies juga. Mereka punya banyak rasa. Banyak karya. Banyak gaya. Dan pula banyak yang pacaran sama tetangga. Aku menyayangi mereka. Sebagai teman. Tidak lebih. Kecuali teman tapi mesra. Lumayan.

Temanku. Kadang suka tersirat di benak, kenapa mereka ditakdirkan bertemu aku? Mengenalku. Meminjam uangku. Ini takdir yang keren menurutku. Termasuk bisa berteman dengan si Uud sewaktu sekolah dulu. Namanya pendek. Uud. Cuma itu. Jelas bukan singkatan peraturan negara. Dia seseorang yang kadang nama buku-bukunya ku namai dengan Uud Permatasari. Agar panjang maksudku. Walau dia lelaki. “Uud, semoga kau ingat bahwa dulu ada gambar Titit di mejamu. Yang tentu disuruh dihapus oleh Bu Ratu. Dan itu hasil karyamu”.

Temanku. Banyak rupanya. Ada yang matanya dua. Ada pula yang kakinya dua. Dan itu normal. Aku bahagia bisa mengenal mereka. Banyak warna. Ada yang jahat, ada yang baik. Manusiawilah. Termasuk si Eri. Bukan nama samaran. Ini bukan aib, melainkan prestasi membanggakan. Eri si Macan kampus yang memakan banyak korban. Adik-adik angkatan ada beberapa yang menjadi tawanan. Tapi kenapa ya Eri gak jadian sama Mang Jamid sang kepala Security? Padahal mereka terlihat serasi. Banyak kesamaan yang alami. Sama-sama lelaki. Dan semoga si Eri gak baca ini.

Temanku. Begitulah beberapa dari mereka. Semua punya khasnya sendiri. Mereka tetap keren dengan caranya sendiri. Iya lah, dengan siapapun aku bisa berteman. Tidak satu pilihan. Kecuali untuk urusan cinta dan pernikahan. Tipikal lelaki setia kan?

Teman. Apa kabar kalian? Semoga semua dalam lindungan Tuhan. Penuh cinta dan hidup menyenangkan.

Iklan

Pithecantropus Aprilogius

April
Anak perawan tiba-tiba hamil. Efek dari gelap mata yang berhasil. Nikah muda, jadi orang tua labil. Makanya tahan nafsu, perbanyak Dzikir.

April
Menonton update galau atau pamer di sosial media. Gaya foto kemana, Caption tidak ada hubungannya. Gagal paham dengan pola pikir atau estetika. Logikanya entah bagaimana.

April
Romansa gejala Influenza dan serangan koyo si leher Angsa. Migrain sana-sini akibat pola hidup dan cuaca. Semua berakhir pada pukul lima. Ketika bangun tidur, ku makan kue teng-teng yang enak. Di warung ibu, yang ku curi 2 buah.

April
Jangan bilang kalau cinta sedang dalam perjalanan. Karena aku malas menjemputnya. Datanglah sendiri. Kau harus mandiri. Cantikmu menjadi lebih. Polesan bedak atau gaya sosialitamu tak akan berarti. Cuma akan jadi santapan om-om genit kumisan.

April
Rindu dan Cinta cuma akan jadi kata-kata jika kamu mengharap balasan. Rindu dan Cinta harus soal ketulusan.

image