Pithecantropus Ahadius

Pada suatu hari di hari Minggu. Kisah kelam seorang manusia yang bangun tidur. Matanya merah. Hidungnya tersumbat. Dia kena Flu. Flu yang diberkati begadang sehabis menelepon rindu.

Hey lihatlah, ujung Dunia telah aku temukan. Ternyata ujung Dunia adalah A. Lalu Minggu mencuci bersih manusia itu dari mimpinya menaklukan Dunia. Dunia yang telah tunduk padanya. Cuma dengan menekan tombol Remote, Dunia dalam berita musnahlah sudah.

Cinta memang mengagumkan. Dipuja-puji layaknya buah Durian si Wirya yang besar dan manis di kebun Mak Enduh. Terkadang cinta menjadi miris. Bagai tukang Siomay yang jualan Cuanki. Sukar ditebak. Kapan jatuhnya, kapan patahnya. Kita cuma harus siap sedih dan juga bahagia. Kita harus bisa bermetaformosa.

Minggu, apa kabarnya si Wahyudin yang robek celananya setelah tendangannya ku tangkis di masa sekolah dulu ya? Semoga dia ingat kalo aku juga mengantarnya ke tukang jahit. Lalu si Toha? Ah tak tahulah. Dia mungkin sedang jajan Cilok di depan SMA 2. Sekolahnya si Dini kan? Iya sekolahnya Neng Dini. Mantanku. Cinta yang mengoyak hatiku karena dia selingkuh.

Semoga semuanya baik-baik saja. Tetap tenang, rendah hati dan banyak uang. Di Minggu yang cantik, kenangan manis tiba-tiba suka timbul mengusik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s