Pithecantropus Agushdores

Agustus begitu cepat datang. Baru saja aku sisiran, rindu sudah hanyut dibawa angin hujan. Menclak-menclok di perempatan, melihat pemandangan. Namun hati tetap gagap gugup kesepian.

Agustus, ironi dalam dada yang tandus. Cintaku seperti tahi ayam yang terjemur hangus. Rindu yang tak terurus dan namamu yang sulit kuhapus, semua terasa pilu dibawa angin berhembus.

Agustus menggulung Juli yang ceria. Kecupnya masih terasa walau terseling lipstik yang lainnya.

Agustus, ini adalah pernyataan rindu yang kesekian kalinya. Semoga kau tidak bosan membaca. Semoga telingamu berdengung karena tiap jam aku membicarakan kita dan cinta. Rasakan!

Iklan

4 responses to “Pithecantropus Agushdores

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s