Bulan: Agustus 2015

Pithecantropus Expelore

Ku lari ke hutan, ku datangi saung, kemudian tidur. Ku lari ke pantai, itu gazebo, aku tidur. Ku lari ke mall, ada mushola, aku sholat. Karena memang waktunya.

Aku bisa tidur dimana saja. Asal ngantuk dan matanya tertutup.

Ketika kau membahas cinta dan rindu via udara, aku ketiduran. Jangan marah. Suruh siapa kau membungkusnya dengan nyaman. Rasanya seperti kau menikamku dengan kecup hangat di dahi, lalu membenarkan letak selimutku, dan mengucap selamat malam.

Namun selama ini aku belum bisa tidur cantik karena bukan perempuan.

Aku bisa tidur malam atau siang. Sore, tergantung kemauan. Oke, demi cinta kasih dan seluruh jajaran personil ranjang, aku ucapkan semoga tidurmu tentram.

Iklan

Pithecantropus Agushdores

Agustus begitu cepat datang. Baru saja aku sisiran, rindu sudah hanyut dibawa angin hujan. Menclak-menclok di perempatan, melihat pemandangan. Namun hati tetap gagap gugup kesepian.

Agustus, ironi dalam dada yang tandus. Cintaku seperti tahi ayam yang terjemur hangus. Rindu yang tak terurus dan namamu yang sulit kuhapus, semua terasa pilu dibawa angin berhembus.

Agustus menggulung Juli yang ceria. Kecupnya masih terasa walau terseling lipstik yang lainnya.

Agustus, ini adalah pernyataan rindu yang kesekian kalinya. Semoga kau tidak bosan membaca. Semoga telingamu berdengung karena tiap jam aku membicarakan kita dan cinta. Rasakan!