Bulan: Juni 2015

Pithecantropus Ramadhanix

Kamu adalah bulan yang paling cantik dibanding bulan yang lain. Kamu bercahaya lebih terang dari orang yang datang bulan. Kamu lebih tenang dari yang kelimpungan karena akhir bulan. Bulan seribu bulan. Bulan sejuta keberkahan. Bulan semilyar keagungan.

Bulan Ramadhan. Bulan yang tidak tertera di kalender ataupun ramalan zodiak. Bulan kami yang islami sewaktu pagi hingga petang menahan nafsu ataupun makan. Minum juga. Menahan nafas kalo kau mau.

Ramadhan yang agung. Kau adalah detergen peluntur dosa. Kami adalah cucian yang bertumpuk di keranjang. Sucikanlah kami hingga hari yang fitri.

Iklan

Pithecantropus Phameriyae

Selesai sholat Jum’at 12 raka’at, aku tidak langsung pulang. Menunggu orang-orang pulang duluan. Aku pulang akhir setelah mengisi kotak amal dengan beberapa juta uang dan ratusan kupon undian.

Walau aku jelek, pacarku sangatlah cantik. Disukai banyak orang. Termasuk sahabatku sendiri. Tapi aku kasih ke teman. Karena persahabatan lebih penting dari perempuan. Lagi pula, bagiku yang cantik gampang aku dapatkan. Karena aku punya motor Ninja. Mereka pasti mau denganku. Begitu.

Begini nasib jadi orang kaya. Kemana-mana, asalkan suka, tiada yang susah aku dapatkan. Hati sedih walaupun aku punya uang.

Ada satu yang tak bisa dibeli. Cinta namanya. Aku belum sempat tanya-tanya spesifikasinya. Eh dia sudah dijual terpisah. Aku cuma dapat separuh saja. Sebelahnya aku beli. Sebelahnya lagi mungkin nanti kamu yang melengkapi.

Pithecantropus Junodilemos

Kepalaku ibarat sebuah Desa yang sedang dikunjungi para perantau mudik sewaktu hari raya

Hatiku sudah seperti Kota yang sedang ditinggal libur para pedagang yang mudik ke Desa asalnya

Dompetku mirip Warteg yang buka namun cuma menyediakan teh manis saja

Tiada yang lebih manis dari Teh manis yang diseduh kebanyakkan gula

Tiada yang seteduh hati pelipur lara

Sedih itu sederhana…..

image