Pithecantropus Soloistis

Jangan ganggu. Aku dan L’Arc en Ciel yang kuputar lagu-lagunya sedang setuju. Walau jelas, aku tak mengerti liriknya. Dan juga Brownies dan teh manis sih. Pada momen kali ini akan kami buat menjadi abu-abu. Ini persekongkolan namanya. Kami menyatukan partikel untuk membungkusnya menjadi butiran rindu.

Aku masih di bumi. Menjalani semua kegiatan duniawi disini. Dari tidur, makan-minum, traktir si Anang, pacaran, atau kerepotan mencari uang. Capek! Bumi amat luas, dan aku kesusahan menemukanmu.

Ketika malam, aku sangat bahagia. Bertepuk tangan sendirian. Berkat nyamuk, aku seolah menjadi orang yang senang. Padahal, iya. Aku senang malam ini. Karena malam ini bisa merindukan dekapan cinta. Hangat kecup mesra. Walau sakit merasakannya, aku tetap senang karena aku masih normal. Bisa merasakan semuanya.

Kamu. Dimana kamu berada? Didalam pot? Atau didalam celanaku? Suatu hari kita pasti bertemu. Di atas pelaminan, atau di bawah ranjang.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s