Pithecantropus Miegorengus

Hujan malam seperti kabar sejuk pikiran yg gersang. Suaranya seperti hujaman dekapmu kala nestapa dirundung pilu. Aku terjebak bahagia oleh hujan dan kamu.

Drainase didepan rumah penuh air hujan yg tumpah. Cangkir teh tengadah ke langit, seraya doa perbaikan nasib.

Kabarnya kamu sudah berubah jadi burung hantu. Apa kabar kepalamu? Masih ingat aku? Aku sudah berubah menjadi rindu kamu.

Hujan akhir Januari. Kepalaku perlu terjangan kopi. Hatiku dibelai api. Hariku butuh kecupan sapi.

Pithecantropus Anniversal

3 tahun yang lalu aku adalah robot. Kepalaku di las, kakiku terbuat dari batu dan tepung terigu. Sedikit berkarya, banyak makannya. Awal dari pengucapan rasa lewat tulis dan cerita.

Siapa bilang aku itu penyair? Penulis aktif juga bukan. Aku hanya berandal lokal. Tulisanku adalah wujud ketidakmampuan membuat karya sastra yang jempolan.

Selamat ulang tahun Pithecantropus. Berkarya atau mati!

===================================
Penulis adalah salah satu dari milyaran manusia di dunia. Bolong hidungnya dua, dan ingin pacaran juga.