Bulan: November 2014

Pithecantropus Chupangusis

Aku suka bertanya pada teman yang marah kalau aku panggil Monyet, “Apa kau tahu cinta itu terbuat dari apa?”, dia menjawab “tidak tahu”. Sesungguhnya aku menyuruhnya bilang begitu. Ternyata cinta terbuat dari pandangan mata, rekam di kepala, merasa di jiwa, jatuhnya bahagia, sakitnya membuat nagih.

Aku mengalami Dejavu. Bagaimana aku tahu? Saat ini aku merindukanmu sama seperti hari kemarin. Kamu adalah bagian paling mengesankan saat hujan. Merindukanmu, tak pernah sebasah ini.

Tak akan ada sia-sia. Mengenangmu, bagiku, seperti saat pertama belajar mengendarai sepeda. Sasha si ikan Cupang, terciduk gayung dan hanyut ke septic tank oleh oknum di kamar mandi. Selamat jalan sayang.

Iklan

Pithecantropus Nuliznaonijh

Iya inilah aku. Manusia. Sedang bingung mau nulis tentang apa. Padahal hasrat menggebu ingin banyak curahkan kata. Sudah kutulis tadi “Bagaimanapun aku bersembunyi, Tuhan menemukanku. Juga bauku tercium olehnya yang kurindu”. Lalu aku hapus lagi. Tidak jadi menulis itu.

Tiba-tiba ada pesan masuk di telepon genggamku. Baca sebentar, tidak aku balas. Balik lagi mau nulis tetap saja belum tahu mau nulis apa. Lalu aku paksakan saja dengan menulis “Aku adalah manusia yang lancang meminta izin pada bulan malam ini untuk memelukmu”. Kutulis begitu. Lalu diam beberapa saat. Mau kuteruskan, namun seolah hilang kata-kata. Ya sudah aku hapus juga, dan memutuskan untuk menghilang dari mata-mata.

Pithecantropus Novemblonck

Jangan bergerak!!! Waspada, sebentar lagi aku akan merindukanmu. Kalau kau geser sedikit saja, nanti bisa salah tembak. Ah, rindu selalu mengganggu. November baru dimulai, kerajaan cinta datang menyerang jantungku. Jangan bergerak sayang. Tunggulah aku.

November, aku tuh apa ya? Niat ngetik hari, pas diketik hati.