Pithecantropus Agnezmous

Sewaktu sore, kala matahari perlahan mau tenggelam, anginnya sejuk, janjian sama Agnes yang bersedia diwawancara di sebuah kafe. Terlihat dari jauh, Agnes pake kemeja putih, dan rok hitam, yang langsung saya samperi.
X : Punten Nes, udah lama nunggu?
Y : Ngga A, barusan Agnes sampe, tadi sempet ngelamar kerja dulu di kafe ini.
X : Wah keren, mau minum apa?
Y : Air aja. Dikasi teh, gula, dan susu kayaknya bagus.

Saya pun memesan minuman, dan tidak lama kemudian kami pun langsung pada pokok pembicaraan.
X : Nes, gimana, sibuk apa sekarang?
Y : Biasa A. Masih keliling aja ngelamar kerjaan. Bawa berkas, surat lamaran, ijazah, sambil iseng aja, disela-sela kesibukkan rekaman.
X : Emang mau kerja kayak gimana?
Y : Agnes pengen kerja ditempat dan bidang yang Agnes kuasai A. Percuma kayaknya Agnes kuliah kalo ternyata kerja ditempat yg bukan dasar keilmuan Agnes. Pernah ditawarin jadi pegawai Bank, PNS, staf admin, Agnes tolak semua. Rasanya terzolimi kalo bakat dan keilmuan Agnes ngga kepake.
X : Bukankah itu batu loncatan Nes? Itung-itung cari pengalaman aja.
Y : Bukannya sombong A, pengalaman Agnes dirasa udah cukup. Ini waktunya Agnes perjuangin harapan dan cita-cita.
X : Hmm kamu berbeda emang..
Y : Eh A, bukannya tiap orang itu berbeda? termasuk cara hidupnya. Agnes selalu percaya, Tuhan memberikan cobaan lebih berat utk orang “beda”, karena akan diangkat derajatnya lebih tinggi dari orang “biasa”.
X : Yah semoga aja ya Nes..
Y : Pasti A. Pasti! Banyak yang bilang Agnes Idealis. Banyak juga yang bilang orang Idealis ga akan sukses. Tapi buktinya banyak orang yang perjuangin idealismenya lebih sukses daripada yang mainstream a.
X : Emang menurut kamu sukses itu apa?
Y : Menurut aku, sukses itu bukan suatu tujuan. Melainkan perjalanan. Perjalanan untuk menjadi The Best Of Me!.. Eh bentar ya A, ada telepon dulu..

Lalu Agnes pun sibuk dengan perbincangan teleponnya, sedangkan saya menikmati kopi dan sore saat itu. Sore sehabis hujan, banyak beceknya, ada airnya juga, bikin basah tentunya. Dan tidak lama kemudian Agnes pun selesai.
Y : Mmmm, boleh sampe sini dulu ngga wawancaranya. Agnes ditelepon sama mama. Kucing Agnes mau lahiran, dia pengen Agnes ada di momen spesial itu.
X : Oke deh, makasih ya. Nanti utk selanjutnya Aa telepon lagi.
Y : Oya A, siap. Hampura Agnes buru-buru.

Dan Agnes pun pamitan setelah dia cium tangan ke saya. Bergegas menuju pulangnya. Saya pun bayar minuman. Pake uang. Yang jenisnya kertas dan juga logam.

Malam itu, malam yang setelah sore hari, kembali dapat kesempatan lanjut wawancara bersama Agnes Monica. Kami janjian di Back Stage, seusai Agnes perform disalah satu konsernya. Wawancara yang sempat terhenti kemarin, dikarenakan Kucing Agnes lahiran.
X : Wah tadi nyanyimu keren Nes.
Y : Ah, si Aa bisa aja. Itu kan tadi Agnes Lipsync. Cuz badan masih ga fit, sehabis begadang kemarin nemenin si Milly Lahiran. Mana sempet shock juga pas tau Kucing jantan yg ngehamilin si Milly ga mau tanggung jawab.
X : Wah Ironis sekali
Y : Iya, tapi aku kasi semangat aja si Milly, aku bilang kalo janda muda lagi ngetren sekarang ini. Eh syukurlah si Milly langsung senyum.
X : Yuk ah, lanjut wawancara. Sekarang, kita bahas ttg Gaya Hidup, gimana?
Y : Hayu, tapi bentar Agnes ganti baju dulu ya. Mau ikut?

Agnes pun pergi ke kamar ganti, setelah dia senyumin saya, dan tidak lama kemudian dia keluar mengenakan Jeans belel dan Kaos Oblong.
Y : Yuk A lanjut. Sampe dimana tadi?
X : Sampai hatiku terbius kecantikanmu..
Y : Ih si Aa gombal. Soal gaya hidup Agnes mah pilih sederhana dan bersahaja aja. Aku lebih seneng blusukan ke gang, kebun, hutan, lesehan, dibanding mesti klimis-klimisan main ke kafe atau pusat perbelanjaan.
X : Kenapa kayak gitu?
Y : Ini soal selera A. Tiap orang kan punya selera dan gaya hidup masing-masing. Lagian menurut Agnes sih, “Gaul” itu bukan tentang kunjungi tempat makan yg keren atau gaya dandanan glamor aja. Wawasan yang luas, hati yang cantik, itu lebih berbahaya!
X : Hmm… Iya juga sih. Terus apa pendapat kamu tentang plagiat nes?
Y : Jujur aku mah kasian sama plagiat itu. Tapi sekaligus kesel juga. Rasanya hasil karya yang dibajak itu seperti diperkosa bergiliran sama supir truk pengguna lima bahasa. Aku ga abis pikir. Kenapa mereka seperti itu. Kenapa itu ya A?
X : Ya mungkin kapasitasnya cuma bisa menjiplak aja kali ?!
Y : Bener juga sih, pokoknya “hidup saya, matilah plagiator!” Hehehe

Perbincangan kali ini juga terbilang singkat. Mengingat Agnes yang masih capek sehabis show dan kondisinya yang belum fit selepas begadang nemenin Kucingnya lahiran, akhirnya saya minta Agnes jawab pertanyaan dengan satu kata saja pada setiap pertanyaan.
X : Agnes, kalo cinta itu menurutmu apa?
Y : Memberi
X : Sukses adalah?
Y : Perjalanan
X : Paling benci sama orang yang?
Y : Munafik
X : Kalo aku ganteng ga?
Y : Tampans!
X : Hehehe…
Y : Ih A kenapa ketawa?
X : Terharu… Ini pertanyaan terakhir, hidup ideal itu seperti apa? Jawab agak panjang ya..
Y : Yang ideal tentunya yang bahagia walau susah. Sederhana dan bersahaja. Itu motto Agnes sekarang ini. Bikin Agnes tenang. Ga mikirin gaya hidup hedon teman-teman. Agnes bersyukur udah seperti sekarang ini. Bebas melakukan hal-hal yang Agnes cintai tanpa tuntutan ataupun kewajiban.

Wawancara pun selesai. Agnes terlihat cantik malam itu. Cara dia nyelupin Bakwan ke sambel sangat seksi sekali dilihatnya. Kami pun saling berpamitan dan atur janjian. Agnes pulang dengan supirnya. Naik mobil. Yang bannya ada 4. Sama supirnya yang manusia.

Ditulis di facebok pada 2 Juli 2013 dengan sadar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s