Pithecantropus Jrengeteh

Dalam cangkirnya, ia menadah tumpah do’a semalam yang dipanjatkan. Diaduk tehnya  makin pelan. Tanda ia tenggelam dalam pemikiran.

Pada senarnya ada karat kuning keemasan. Denting nada mulai sumbang. Nyanyi tembang kerinduan tak bertuan. Gitarnya bolong. Sama seperti hatinya yang sedang lowong.

Dalam cangkirnya memantul sinar rembulan. Sekali sruput, dia batuk. Sesekali melamun, dia ditampar nyamuk. Cinta yang berkah adalah ketika berpisah dengan pacar yang bedebah.

Pada senarnya ada banyak nada berbeda. Ketika melagu, disatukannya sunyi dan cinta. Baru juga satu bait, dia sudah lupa. Lebih banyak na na na na pada lagunya.

Selamat malam gitar. Selamat malam teh manis. Semoga cita dan cinta berjalan sejajar. Semoga semuanya berjalan statis.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s