Pithecantropus Dongengius

Dahulu, ada seekor monyet. Monyet itu memikul karung berisi pisang. Dalam perjalanannya pulang dia bertemu kuda. Lalu si kuda bertanya “Hei nyet, apa itu yang didalam karung?”, tanyanya penasaran. Monyet dengan santai menjawab, “ah ini mah cuma pisang kud” jawabnya.

Lalu.
Kuda: Ah saya gak percaya ah…
Monyet: Kalau mau tau, jilatin dulu pantat saya.
Si kuda pun jilatin pantat si monyet. Dan dibuka karungnya, “tuh…pisang kan?”, kata si monyet. “Eh iya bener…”. Jawab si kuda. Yang setelah itu si monyet beresin bawaan dan melanjutkan perjalanan pulangnya.

Sedikit lagi sampai rumah, si monyet dicegat si kancil. Dan sama bertanya tentang isi karung yang dibawa si monyet. Si monyet juga bersabda hal yang sama seperti yang dikatakannya ke si kuda pada si kancil kalau isinya cuma pisang. “Mau lihat? Jilatin dulu pantat saya”, kata si monyet. Si kancil pun menjilati pantat si monyet. Setelah beberapa jilatan asin rasa pantat si monyet, akhirnya si kancil dikasi liat. Dan si kancil pun percaya kalo itu cuma pisang.

Dan akhirnya si monyet tiba juga di halaman rumahnya. Pas buka pintu. Dia ketemu IKOK IKOK.

Tamat.

Mau tau IKOK IKOK itu apa?

Jilatin dulu pantat saya.

Yah mungkin garing. Tapi begitulah diatas dongeng yang ayah suka ceritakan kepadaku sewaktu mau tidur pas aku masih kecil. Momen yang membuat rindu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s