Pithecantropus Pilpresius

PILPRES INDONESIA 2057

Indonesia. Merdeka sejak tahun 1945. Pas Jepang pulang kandang ketika Amerika menjatuhi bom atom di Nagasaki – Hiroshima. Semenjak itu, setiap 5 tahun sekali atau ketika dianggap sudah tidak mumpuni, Presiden sebagai pemimpin negara silih berganti. Soekarno sebagai Presiden pertama negara Indonesia.

Saat itu aku belum lahir. Ayah-ibuku juga sama. Bagaimana aku tahu? Karena di KTP mereka tidak tercantum tahun segitu. Mungkin Kakekku atau buyutku. Sudah hidup di zaman itu. Gimana ya rasanya? Saat dijajah Belanda. Lalu Jepang. Pasti sangat susah. Karena 2 negara penjajah itu merepotkan warga negara Indonesia saat itu. Pribumi disuruh kerja tanam paksa. Rodi pas zaman kolonial Belanda. Romusha ketika masa pendudukan Jepang. Kakek. Buyut. Pahlawan. Terima kasih jasa perjuanganmu. Mengusir penjajah agar supaya pada masa kini, kami hanya tinggal tahu makan saja.

Sekarang semua berlalu begitu saja. Sampai detik-detik kepemimpinan Suseno Bambang Yubambang pada tahun 2057 ini, Indonesia sangat membosankan. Masyarakatnya sejahtera, disiplin dan jujur. Tiada lagi yang korupsi. Pendidikan, Kesehatan, Transportasi publik, semuanya gratis. Tiada lagi pungli. Sampai-sampai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dibubarkan. Gedung, berkas, dan tahanannya di museumkan. Dijadikan objek wisata kelurga dan buka tiap akhir pekan. Ramai dikunjungi masyarakat yang bernostalgia mengingat masa Korup mereka.

Di tahun 2057, pesta demokrasi masih berjalan. Pad pemilihan Presiden saat ini hanya di ikuti oleh 2 calon presiden saja. Prakoso Sibianto dan Jono Widodi yang sedia mengurus negara karena ingin mengisi waktu luang saja. Maklumlah, pada tahun 2057 warga Indonesia sudah makmur oleh kekayaan negara yang dikelola oleh rakyat bangsanya sendiri. Saking melimpahruahnya kekayaan rakyat bangsa ini, sering sekali bahkan kadang seminggu sekali Indonesia memberikan amal dan sumbangan dengan membagikan hasil bumi mulai dari minyak, gas alam, logam mulia, hasil tani dan laut, ke negara-negara miskin seperti Amerika, Jepang, Inggris, Korea Selatan, dan hampir seluruh daratan Eropa.

Pada Pilpres kali ini, 2 calon Presiden tidak melakukan kampanye. Karena model semacam itu sudah dianggap kuo. Tidak ada baligho, spanduk, atau poster yang ditempel mengotori lingkungan. Atau pawai dan juga hiburan dangdut lagi. Ditahun 2057, sistem pilih coblos celup juga sudah tidak dilakukan. Diganti dengan mengumpulkan amplop yang berisi uang dari rakyat. Yang paling banyak mengumpulkan amplop maka dia yang menang. Hasil uang amplop yang terkumpul akan disumbangkan pada yang membutuhkan.

Ini tahun 2057, didetik-detik berakhirnya kepemimpinan Suseno Bambang Yubambang. Pada Pemilu tahun ini hanya diikuti 2 calon presiden saja. Prakoso dan Jonowi adalah 2 tokoh negara yang bersaing mendapatkan tongkat estafet kepemimpinan negara Indonesia. Siapapun yang terpilih adalah penerus kemakmuran negara Indonesia yang sebelumnya memang sudah kaya. Sedari tahun 2030, jabatan presiden hanya dikhususkan untuk orang yang ingin meluangkan waktunya saja. Karena pada saat itu, Indonesia sudah menjadi negara Super Power So Long Lasting. Luas negaranya pun bertambah semenjak Malaysia, Singapura, Brunei dan Australia meminta bergabung ke NKRI. Maklum, pada saat itu negara-negara tersebut sudah bangkrut.

Masyarakat Indonesia di tahun 2057 ini sedang memantau perkembangan dua calon presiden mereka. Prakoso vs Jonowi adalah 2 calon presiden yang sebelumnya adalah figur yang peduli akan kekosongan jabatan yang ditinggalkan sebentar lagi oleh Suseno Bambang Yubambang. Pemungutan suara lewat pengumpulan amplop yang berisikan uang dari masyarakat sudah berlangsung semenjak 3 bulan lalu. Ya. Uang amplop yang terkumpul akan disumbangkan padanegara-negara miskin di Eropa. Rakyat Indonesia wajib memberikan amplop tersebut pada calon presiden yang disukainya. Siapa yang paling banyak mengumpulkan amplop, maka dia yang jadi presidennya.

Jabatan presiden yang diperebutkan oleh Prakoso dan Jonowi itu kurang menjanjikan bagi masyarakat Indonesia saat ini. Mereka lebih antusias dan memilih jadi pengangguran saja. Ya. Jadi pengangguran di tahun 2057 adalah karier yang bagus. Gaji 5jt/bulan. Fasilitas apartemen, THR dan juga tunjangan pensiun. Karena pengangguran masa hidupnya diurus oleh negara. Namun, jumlah pengangguran pada masa ini sangatlah sedikit. Mereka lebih memilih jadi pekerja. Itung-itung liburan katanya.

Jadi presiden 2057 bukanlah cita-cita bagi Prakoso dan Jonowi. Mereka berdua mencalonkan diri untuk jadi presiden saja karena atas dasar aji mumpung. Mumpung lagi gak sibuk apa-apa. Lumayan buat ngisi waktu luang”, begitu kata Jonowi pada saat interview di stasiun TV milik pak Toha, bandar Daging pasar senen, yang langsung diamini oleh Prakoso juga.

Prakoso dan Jonowi bersaing ketat mendapatkan simpati rakyat. Kegiatan mereka berdua bahkan terus dipantau oleh stasiun tv atau media elektronik dan cetak di dunia. Maklum saja. Selepas tahun 2030 Indonesia sudah bukan lagi Macan Asia melainkan Dinosaurus Dunia. Tidak termasuk akherat tentunya. Salip menyalip dalam perolehan simpati rakyat oleh data survei setempat adalah hal yang biasa. Malahan kadang Jonowi suka nyuruh lembaga survei tersebut meninggikan perolehan Prakoso. Dan diam-diam Prakoso melakukan hal yang sama kepada Jonowi. Ini dikarenakan dua pasangan capres ini senang mengalah. Tapi ternyata bikin pusing lembaga surveinya. Kasian.

Singkat cerita, kedudukan imbang antara dua capres ini ternyata menimbulkan polemik tersendiri.Perolehan pengumpulan amplop dari masyarakat menunjukan jumlah yang sama. Yah 155 juta jiwa dibagi dua. Ya betul, di tahun 2057 jumlah penduduk di Indonesia disesuaikan dengan lagunya Rhoma Irama.

Perolehan yang imbang tersebut membuat spekulasi bahwa salah satu dari dua capres akan membeli negara Rusia sebagai pelampiasan tanda kecewa. Ini dikarenakan kursi presidennya cuma ada satu. Masa misalkan Jonowi dan Prakoso jadi dua presiden, dengan satu kursi pasti salah satu dari mereka ada yang duduk dipangku. Gantian juga tentunya. Untuk menyelesaikan masalah tersebut akhirnya Dewan Penikmat Harta Negara memutuskan untuk membuat bangku. Biar mereka duduk bersebelahan. Ya. Semenjak tahun 2030 Indonesia sudah tidak menggunakan wakil presiden. Biar gak mubadzir katanya.

Selamat bagi Jonowi dan Prakoso yang menjadi duo presiden Indonesia. Amplop hasil pengumpulan uang dari masyarakat telah disumbangkan pada negara-negara miskin di Eropa dan sebagian Timur Tengah dan Afrika untuk membuat sekolah dan juga sarana kesehatan gratis disana.

Ini hanya catatan imajiner saja. Tidak ada maksud untuk diskredit atau menghina tokoh-tokoh yang terdapat dicatatan ini. Namanya juga imajiner. Ya imajinasilah.
Hiduplaaah Indonesia rayaaa!!!

image

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s