Pithecantropus Ramadhanius

Saat pagi kami tak boleh sarapan. Minum susu atau pun minum air putih. Siang dan sore juga tak boleh makan dan minum. Karena apa? Karena kami sedang beribadah. Ya. Kami yang islami beribadah di bulan suci ini. Bulan penuh berkah, penuh dengan anak-anak yang nyalain petasan sewaktu malam.

Ramadhan. Bulan seribu bulan. Bulan penuh ampunan dan keberkahan. Menahan haus dan dahaga sampai waktu terbenam itu diwajibkan. Kecuali kamu sakit, atau perempuan yang sedang menstruasi. Kasian.

Hingga akhir kemenangan kita berjuang. Melawan nafsu godaan setan. Konon katanya setan dipenjara sewaktu malam. Dan berkeliaran sewaktu siang. Pantesan di tivi tidak ada acara hantu-hantuan. Diganti risalah atau cerita hiburan seputar islam. Semua akan berakhir dalam satu bulan. Hingga takbiran. Takbiran yang suka macetin jalan. Karena merayakannya tidak di masjid sekarang.

Ramadhan. Jadikan kami muslim yang sempurna. Lewat puasa, lewat ibadah. Banyak dosa sebelum ini. Mohon Tuhan maafkan kami.

Pithecantropus Vitalinus

Seketika itu di tanggal 19 dan malam. Anginnya pelan lalu ada gerimisnya juga. Dia berkata “Aku tak mau membebanimu. Karena aku butuh lebih dari lelaki yang sederhana. Yang bisa mewujudkan gairah dan hasrat hedon-ku. Aku gak bisa jalan beriringan denganmu. Maaf”. Lalu diselesaikan dengan aku minum susu. Sama makan keripik pisang yang aku curi dari warung mami juga sih. Semoga terselesaikan juga dengan lagu yang romantis dan mimpi yang manis.

Dia menghirup oksigen bumi dengan standar hidup yang tinggi. Banyak keinginan dan kebutuhan untuk memenuhi gengsi. Gak sadar dengan keadaan minim keluarga dan diri sendiri. Yah, maklumlah otak dan hatinya hanya sebesar Kwaci.

Dalam hitungan hari dan beberapa minggu ke depan, aku pasti dapat kabar kalau dia sedang jalan sama Monyet barunya yang tajir dan klimis. Yang suka pajang fotonya di sosial media dengan pakai kacamata didalam kendaraannya. Begitu yang dia mau. Kukira dia begitu karena itu yang maunya. Menyejahterakan dirinya dengan barang dan polesan make-up mahal hasil minta dan diberi oleh lelaki penikmat harta orangtua.

Bisa putus dengan orang yang tak pernah menghargai usaha dan kebaikkan kita adalah sebuah anugerah. Anugerah. Jangan dipisah. Anu-gerah. Anu siapa yang gerah? Punyaku? Tidaklah. Celana dalamku ada lubang fentilasi alaminya. Mau lihat? Janganlah. Dia pernah sih. Semoga bisa membuat dirinya rindu.

Dear wanita… Iqro! Ini foto profil yang aku copy dari seseorang yang kenal dengan seseorang. Silakan kalian sadar. Selamat jalan cinta.

image

Pithecantropus Heyjune

Hey June
Kenapa aku bingung?
Ketika hati merasa tidak dihargai
Kumakan saja opak karena itu enak

Hey June
Apakah kau baik-baik saja?
Apakah kita mendayung dalam sampan yang sama?
Apakah aku Leonardo di Caprio yang memelukmu dianjungan kapal?

Hey June
Sini deh duduk disebelahku
Damaikan? Iyalah tentu begitu
Istirahatlah disini
Silakan sandarkan perahu   gelisahmu