Pithecantropus Gitarilovensis

Gitarku bentuknya normal. Senarnya kalau dipetik masih merdu. Kalau digenjreng suka dimarahin Ibu. Berisik katanya. Teh hangat sudah manis. Gitar sudah dipeluk. Siap-siap nyanyi. Lagu apa? Lagu rindulaaah. Tapi lagu siapa belum tahu. Banyak lagu yang kuhafal tetapi tidak semua yang sesuai denganmu. Sesulit menebak rute pemikiranmu.

Saat ini aku bernyanyi lagu cinta. Begini liriknya, “Na na na na na na na na na…”. Kamu hafalkan? Ciptaanku terbaru untuk menempuh level terbaru dalam mencintaimu. Semoga kau suka. Karena kalau kau tidak, maka liriknya akan ku ganti, “No no no no no no no…”. Terserah aku saja. Karena aku yang mencipta.

Gitar dan cinta. Satu cangkir teh manis hangat diperaduan. Hari yang berdesing pusing. Setiap kali melihatmu adalah jatuh cinta untuk beribu kalinya. Mencintaimu adalah lagu yang paling merdu. Tanpa nada, tanpa syair, tanpa alasan, aku menyayangimu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s