Pithecantropus Kalaparans

Februari bakal berubah dalam
beberapa hari
Senyum simpulnya menutupi hati dan kepala yg mobat-mabit
Sebelum Februari menggulung
tikar, dia keramas dibawa hujan Keramasi kepalanya yang berisik
digebuk angan
Kasihan dia, sampai lupa ganti celana

Februari yg cantik, beri kami sepotong puisi
Biar tidak kalap di malam hari
Menentramkan tidur, anyep-anyep diselimuti mimpi.

Pithecantropus Kupukupustaneis

Kemari kamu kupu-kupu
Diam disitu, jangan disana
Ramai orang gila
Gila mengurusi isi celananya

Lihat kebunku penuh dengan bunga
Ada yang putih dan ada yang merah
Setiap hari bapakku siram semua
Mawar, melati, aku sibuk nonton tivi saja

Tak dung dung, tak dung dung
Musik pukul dihantam sembilu
Hujan tengah malam
Dung dung tak, dung dung tak
Pikirannya mendung, kepalanya jadi botak

Kupu-kupu, ayo kita pok ame-ame
Jangan ajak si Belalang
Dia sedang sibuk pok ame-ame sendirian
Kesini, dekat denganku
Aku suapi kau kasih sayang

Pithecantropus Insomniacus

Oh malam
Aku mau ngantuk dan tidur
Mau ketemu sama bidadariku Katanya dia sedang tidak memakai baju
Rugi kan kalau tak ketemu?
Sial

Aku juga mau teruskan mimpi kemarin
Baru sampai setengah karena dibangunkan tukang jamu
Teriakannya merdu seperti si Fathin
Shidqia Lubis itu panjangannya
Dan pasti sudah pada tahu

Insomnia
Begini jadinya jika kau kubalik, “ainmosni”
Begini jika huruf N-nya hilang, “isomia”
Beginilah rasanya rindu?
Ingin cepat ngantuk dan tidur
Agar besok cepat ketemu tukang jamu

image

Pithecantropus Rachmicus

Dia besar, bulat dan indah
Kakinya juga besar, juga telinga
Tapi lebih besar lagi kandangnya
Makannya banyak menyesuaikan ukuran badannya
Hih! Merepotkan

Jika ia berjalan, bunga-bunga beterbangan
Sepoi angin mengusap pundaknya
Burung-burung jadi berisik karena ulahnya
Suaranya membangunkan Mang Jamal yang tidur di saung

Ibu, berikan iya kepadaku
Akan kujaga ia seperti kau mengurusku
Kucinta dia, seperti kau mencintaiku
Biarkan aku naik Gajah lagi Bu!
Pergi bersamanya mengambil bulan
Mengambilkan belanjaanmu

Pithecantropus Februalis

Apakah kau mendengar suaraku?
Tadi aku mengaduh peluh
Meneriakkan memanggil namamu
“Mang Ujang, ieu piring na….!!!” Begitu kataku pakai bahasa sunda
Ketika selesai kuhabiskan nasi goreng buatanmu
Disuatu malam, tepat ketika kau hampiri langgananmu yang lainnya

Hujan jatuh diawal Februari
Cantik, seperti permainan Lionel Messi
Apa kabarnya aku?
Baik-baik sajakah aku?
Aku bertanya pada aku
Ku jawab pertanyaan itu
Biar tidak mubadzir
Dan juga agar dokter tidak mendahului bertanya seperti itu

Aaah Februari….
Bulannya baru muncul, tekanannya sudah berkarat
Tuhan, bantu aku!
Kita dialog sekarang juga
Saat aku mendirikan Sholat
Ataupun sedang mengingatMu