Pithecantropus Dogmanipus

Aku berteriak didalam kepalaku, “Anjiiiiiinnggg!!!”, kataku. “Ada apa Nyet?”, begitu si Anjing menjawabku. Dalam kepala yang ramai, riuh oleh tanda tanya dan sesekali memikirkanmu. Aku dan Anjing suka berduaan memandangi bulan kala malam sudah meniduri orang-orang dengan mimpinya. Saling bertukar pikiran dan yang selanjutnya kami bertukar celana dalam. Sebagai simbol persahabatan kata si Anjing.

“Nyet, ada apa denganmu?”, tanya si anjing. “Kenapa mereka tidak pernah mengerti apa yg aku butuhkan?”, jawabku sambil menyetem gitar. “Aku sudah berkata, sudah juga membuktikan, namun tetap saja kurang”, sambungku lagi. “Suatu hari kamu akan lebih tinggi dari matahari. Akan lebih wangi dari bunga melati. Tanpa siapapun, tak dibantu siapapun. Hanya akan ada Tuhan, kau, dan bagian terbaik darimu”, cocor si anjing yang sedari tadi disampingku. Langsung aku iya kan kata-katanya barusan. Biar apa? Biar cepet dan tidak dibahas dengan lebar dan panjang.
Aah terima kasih Anjing!

Dalam malam yg sendu, kami bernyanyi. Melolongkan nada minor tentang sepinya malam, ramainya hati dan juga pikiran.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s