Pithecantropus Thinkerbull

Iya… Inilah aku. Si mesin bertenaga nasi goreng. Nafasku api, liurku oli, air kencingku bvlgary, dan cintaku cuma hanya untukmu. Iya, betul kamu. Kamu yang menerima kehendak Tuhan dengan mau padaku. Iya, aku. Seseorang yang kenal dengan seseorang.

Disuatu hari yang sejuk, semua berjalan terasa lamban dari biasanya. 5 menit berdiam, rasanya seperti sudah 30 hari jongkok. Iya, ini di jamban. Tempatku mengenang, melamun, selain tentu buang air juga. Oh hari-hari mulai memusingkan ketika dipikirkan.

Saat hujan, aku pergi ke awan. Setibanya aku disana, aku mau dadah-dadah pada temanku si Cepi yang sedang hujan-hujanan dibawah sana. Lalu aku kencing di awan pas hujan. Sebagai kamuflase. Supaya si Cepi tidak tahu dia mandi air hujan kencingku. Semoga dia senang. Hidup ini jadi terlalu merugikan, jika hanya untuk merengut dan memikirkan hal yang sebenarnya tidak harus dipikirkan.

Ooh malam. Malam yang cantik seperti biasanya. Sedikit ngantuk, banyak rindunya. Hari kadang terasa menyeramkan, namun cintalah yang membuat semua bisa bertahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s