Pithecantropus Imajinerius

Aku mencurigai Batman yang suka keluar tiap malam. Apa yang Ia kerjakan sewaktu siang? Mungkinkah dia sibuk menyetrika kostumnya untuk dipakai lagi pas malam. Selalu saja ada pertanyaan, sama seperti kamu yang mempertanyakan kejantanan cintaku padamu.

Pada umumnya, aku hanya pemuda. Kamu juga hanya pemudi. Yang suka nonton Batman dan juga makan nasi. Cintaku ini sangat dalam sayangku. Sedalam samudera biru. Kamu tak akan sanggup mengarunginya. Karena di kolam renang pun kamu masih pakai ban dalam untuk membantumu agar tidak tenggelam.

Pernahkah kamu minum teh susu sambil nonton sinetron. Aku pernah, dan itu sangat merepotkan. Karena setelah menyeduh susu, aku harus menyeduh tehnya juga. Aku tak suka, maka aku suruh si Kiwong untuk melaksanakan tugas itu. Perasaan rinduku tentu sangat merepotkan. Sialan kamu sayang. Setelah mencintaimu, aku pula jadi merindukanmu.

Dalam rumah yang sederhana. Ada ayah dan ibu yang tua. Mereka muda sewaktu aku belum ada. Lalu mereka berjumpa dalam cinta, dan menikahlah juga. Saat berduaan di kamar, ayahku yang nakal menyelundupkan spermanya ke indung telur ibu. Hingga timbullah kami putra-putrinya yang lucu. Itu yang aku ingin lakukan bersamamu. Suatu hari, disuatu nanti.

Iklan

6 responses to “Pithecantropus Imajinerius

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s