Pithecantropus Twitterus

Hidungku kembang kempis diterpa angin rindu
Ingusnya hampir saja turun melukaiku
Ingus, ingin usaha mencintaimu

Kepalaku jadi pitak karena terlalu sering memikirkanmu
Sebelumnya gondrong saat hati sedang lowong
Kau Maria ataupun Marpu’ah bagiku sama saja
Itu cuma nama. Dihatiku tertulis wajahmu dan cinta

Seketika itu, daun-daun memutuskan utk tidak berfotosintesis
Cicak pun sejenak enggan diam-diam merayap
Karena lihat aku berbuih oleh rindu
Tiada yg senikmat dibawah hujan sambil minum coklat
Rindunya padat. Dan peluknya hangat

Rindu yg berkarat. Diamplas waktu hingga sekarat
Setelah itu lupa. Lalu rindu lagi
Lupa lagi. Dan rindu lagi karena cinta
Cinta mati. Tidak, aku cinta hidup
Cinta mati hanya romansa
Cinta hidup sampai ajal memisahkan kita

Aku si Anak singkong. Mencintaimu
Cintanya Cinta Kingkong
Karena cintaku lebih besar dari Monyet-monyetmu sebelumnya
Nyet!

Oh malam yg agung
Memangkas jatah tidur
Memanaskan rindu terhambur

*) dicukil dari kicauan twitter saya. Jangan follow @drainesnan, krn bukan David Beckham

Iklan

7 comments

  1. Ya Tuhan..nelangsa banget Bang. Itu gue kali Pythecantropus Awakurus! Darimana dapet inspirasi bikin tulisan keren gitu? Saya malah nggak sempet nge-blog sekarang. Matrikulasi bikin mumet…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s