Pithecantropus Butterflyus

Kupu-kupu kecil hinggap di kamar mandi
Bagaimana aku tahu? Tentu karena sedang buang air disitu
Dia terbang rendah dan hinggap sekejap di ember hitam
Aku memandangnya, menerka sedang apa dia disini?
Apakah dia lebih memilih menghisap sari tinja daripada bunga?
Ataukah cuma menemani buang airku saja?

Lumayan lama aku memandangnya
Kupu-kupu masih hinggap dengan tenangnya
Aku sangka kotoranku semanis sari bunga
Buktinya ia setia sampai aku cebok dengan seksama

Kupu-kupu…
Aku bertanya padamu,
“Bagaimanakah masa depan ku?”
Kamu terdiam, dan malah masuk ke lubang pembuangan
Tersiram hanyut bersama sisa pencernaan
Juga bersama aku dan kenangan
Selamat jalan sayang, semoga sampai tujuan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s