Pithecantropus Februarius II

Februari
Gemerlap lampu kota berubah tumpah
Dijalanan muka-muka letih menuju pulang
Aku sering garuk-garuk pantat, tidak gatal, tidak panu-an,
Itu karena aku ingin, ingin saja
Sekalian ingin pulang menuju hatimu yg nyaman

Februari
Malamku terganti mimpi
Mimpi-mimpi yg semenjak tadi mampus dimakan Cumi
Mimpi bersamamu makan Cumi-cumi dgn cuma-cuma
Cumi-cumi pastinya tahu kita sedang cinta-cinta

Februari
Aku bisa menciummu sampai kau boker di celana
Memelukmu erat, lebih dekat, lebih mesra
Hujan pun turun diantara sisi mata, didua lubang hidung juga
Terima kasih Tuhan, aku telah mengenalnya
Dan semoga sampai kakek-nenek tua

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s