Pithecantropus Nostalgius-Bocahingus

Demi Donat cokelat, kau paksa aku minum obat. Ya laknat.
Bahkan ketika mimpi pun aku jua terpaksa memimpikanmu.
Kami yg suaranya serak, lebih sering berdahak karena rindu,
Diujung belati masih tersisa darah bekas memotong kuku,
sisa kemarin kita bertemu. Saling membunuh.
Kamu keramas setelah hujan bertubi-tubi mengguyurmu.

Ketika itu aku masih berbaju putih, bercelana pendek merah,
ketika masih suka main gundu
Wajahmu pilu, remah-remah keju terdiam kan disisi mulutmu,
mengering seperti batu.
Kami selalu merindukan hujan di hari sabtu,
ketika yg berpasangan saling memuncak nafsu.
Malam ini lebih wangi. Terbuat dari Cologne yg diusap sampai ke hati.
Hati yg busuk tertutupi.

Iklan

4 responses to “Pithecantropus Nostalgius-Bocahingus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s