Bulan: Februari 2012

Pithecantropus Utmariutmarmut

Salut, saat semuanya menyemut
Manggut, saat semuanya menurut
Menjalin benang yang kusut
Meniti jalan mengisi perut

Kabut, semuanya kalang kabut
Kalang kabut oleh sebuah kentut
Yang bunyinya ‘cuuuss’ lebih membuat semaput
Irama busuk aroma parfum rasa Marmut

Tergambar sebuah hati pada Cangcut
Nuansa indah suasana lembut
Tersenyum lebih baik daripada merengut
Mengencangkan kulit agar tak berkerut

Hei… Ada gula, ada semut
Ada kutu dibalik rambut
Ada rambut dibawah perut
Semua ada masanya, janganlah takut

Terima kasihut

Iklan

Pithecantropus Blepotaen II

My dear…
I love just the way you are
Remember when we run under the rain dg payung daun pisang?
We eat one piring ber-two
We lari-larian like Anjelie and Shahruk khan in Bollywood style
Oh, that is sweet memories

My friend…
I love you just the you are
Sometimes you ngeselin but it’s nevermind
Remember when we ngejar layangan putus, and rain-rain-an
Sometimes I hate you when you pinjem barang but not dikembaliin again
But it doesn’t realy matter. Ok friend, kita kan Bro..

Myself,..
Love me just the way am I
Not because, what yg I punya and I kerjakan
And let our memories still living in our eyes

Pithecantropus Guerillaz

Tinggi rendahnya sudah disesuaikan
Tapi ritme tetap tidak beraturan
Ada yg salah dg simphoni malam
Karena beberapa prajurit dlm keadaan rindu tuan

Gorilla…
Sampaikan salam pada handai taulan…
“Aku masih mencari kawan, Aku pasti akan pulang”
Agar ritme yg dimainkan sesuai nada dasar yg diberikan

Rindu percakapan dg belahan jiwa
Ada rindu yg tak cakap diungkapkan
Ada jua ungkapan yg tak terjawab oleh peluk kerinduan

Gerilya…
“Hingga peluru terakhir, hingga terompet
kemenangan berbunyi nyaring… Entah sampai kapan tuan”

Pithecantropus Afraidiscus

Memulihkan kepercayaan diri yg terluka
Mengemasnya dg kotak mimpi yg ramah
Sendu, nyatanya tak mudah ternyata, nyata? tanyanya
Mengukir senyum diatas pasir berlalu
tersapu ombak yg membasahi kolor merah jambuku
Ada cahaya disana…
Sorot lampu mercusuar dari balik bukit penantian
Coba kamu temui kesana
Jangan khawatirkan esok lusa, Tuhan selalu menjaga kita