Pithecantropus Poekensis

Berada di kamar gelap. Duduk disudut dekat jendela memandang bulan. Beri aku gitar dan tissue, aku akan bernyanyi lagu cinta. Dan berilah receh setelahnya.

Aku di kamar gelap. Meraba memori mengingat hari mengikat mimpi. Sudah ku pecahkan kacanya namun tak ramai. Sudah ku lari ke hutan namun balik lagi karena takut macan. “Semuanya berlari cepat mengejar kesuksesan dg instan. Tanpa nikmati tiap proses agar mencapai kesempurnaan”.

Duduk disudut dekat jendela memandang bulan di kamar gelap. Menyebrangi alam dg pikiran. Terpuruk terpenjara dlm gua di gunung tinggi sunyi tempat hukuman para dewa. Ada yg terlewatkan? Ingat belum sempat mendekapnya seperti di film Titanic, lalu melemparnya ke lautan kasih.

 

Thursday, 23 June 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s