Pithecantropus Alakadaruth

Seperti biasa aku diam tak bicara, hanya mampu pandangi kolor bututku yg baru dicuci. Merayakan lelah perjuangan dg segelas air mineral disertai ledakan gas elpiji 3kg agar lebih meriah. Terima kasih karena ada cinta. Berkatnya kita tahu berlayar menuju kemana.

 

Thursday, 3 November 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s