Pithecantropus Minorensis

Lagu ini dari A-Minor
Nada sendu seperti orang yg kejepit pintu dan mengaduh
Menerawang dlm gelapnya pikiran
Cahaya lampu jalan tuntunan gembel jalang

Lagu tadi dari A-Minor
Senandung luka sebarkan teror
Badan kumal tampang kotor
Biarlah kurus, yg penting bukan gendut Koruptor

Lagu sekarang dari E-Minor
Cermin gelap penjahat tak berkolor
Lihatlah, mukamu resah memerah hati
Tenanglah…tentang esok ataupun nanti

Pithecantropus ACDA

Ku lari ke hutan kemudian teriak ku
Saingi Tarzan, kemudian aku gelantungan
Bosan aku dengan penat. Dan pergi saja kau pekat
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Pecahkan juga piring dan mangkoknya biar lebih ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Biar stok alat makan jadi berkurang
Cinta, mari kita duduk berdua dibangku taman
Satukan hati agar sejalan
Bersama lari ke hutan dan berramai-ramai pecahkan gelas hingga pagi menjelang, hingga tak ada lagi alat makan
Hingga kita yakin Cinta adalah pecahan rasa yg kemudian disatukan

Thursday, 5 May 2011

Pithecantropus Moccatoxine

Saatnya kita ber-retorika…
Setelah 3x sehari kita mengeluh. Coba sederhanakan pikiran. Semua cita pasti kau gapai. “Sesungguhnya orang yg paling bahagia adalah mereka yg selalu bersyukur”…

Kita memang Homosapien yg fotogenik. Yang terkadang wajah tak seindah fotonya. Ingatlah selalu pepatah lama itu…
“Kalo belagu, muke loe jauh!”…
Dan tanamkan dlm hati pohon ikhlas yg dihiasi cinta kasih tak terbatas. Hormati guru mu, sayangi teman. Itu tandanya kita manusia budiman dan budiwati.

 

Sunday, 17 April 2011

Pithecantropus Froggius

Hey, selamat malam jiwa-jiwa yg kesepian. Sudahkah makan malam agar tidak mimpi kelaparan? Aku disini dari kejauhan, coba mendekat dan mengintip mu dibalik awan. Janganlah tengok dahan dan ranting krn tadi masih basah terkena hujan.

Hey, putri… Ijinkan aku mengecup kening mu. Ciuman terakhir sebelum mulai tidur mu. Selanjutnya aku berubah jadi burung kakaktua yg menclok di jendela. Hanya utk menjaga mu. Hanya utk mengusir tiap mimpi buruk yg akan merasuki mu. Hanya itu…

Tuhan tahu aku sedang rindu. Bukan rindu yg setengah mati. Karena mati tak ada yg setengah. Karena rinduku pun tidak setengah-setengah.

Kau tampak cantik malam ini. Aura kecantikan tanpa dandanan. Tidur tengkurep seperti katak dalam tempurung yg tenggelam di kobokan. Alangkah indahnya dirimu. Merah, kuning, hijau, kau warnai hidupku hingga langitku selalu biru.

Pithecantropus Kapitanos

Jika aku seorang Kapiten yang mempunyai pedang panjang

Aku tak akan berjalan prokk..prokk..prokk

Aku lebih memilih diam-diam merayap

Sehingga tak mengganggu mimpi indah mu,

Sehingga aku masih bisa mengecup mesra kening mu

Jika aku Superman

Aku tak akan memakai celana berwarna merah

Merah bukan warna favorit ku

Malu, memakai celana dalam tapi diluar

Malu, aurat jika diobral begitu murah

Biar aku bawa kau terbang tanpa rasa malu

Aku memang bukan Romeo karena itu bukan nama ku

Kamu pun bukan Juliet karena nama itu terlalu jelek untuk mu

Aku hanya seorang kusir yang sedang bekerja mengendarai kuda supaya baik jalannya

Yang mengantar tiap senyum saat kau sedih

Menjaga mu ditiap mimpi buruk yang menghampiri

 

Monday, 16 August 2010